oleh

Terbukti Bunuh RP dan AC, Aipda Roni Syahputra Diancam Pidana Mati

-POLRI-6 views

GOMEDAN – Seorang oknum polisi anggota Polres Pelabuhan Belawan, Aipda Roni Syahputra terbukti melakukan pembunuhan secara berencana.

Pada Februari 2021, Aipda Roni melakukan pemerkosaan dan kemudian membunuh Riska Pitria (21) dan Aprila Cinta (13).

Loading...

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Medan, Senin (6-9-2021), Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Belawan menuntut Roni Syahputra dengan hukuman mati.

“Karenanya meminta majelis hakim yang menangani perkara ini, menghukum terdakwa dengan pidana mati,” ujar Bastian di PN Medan.

Bastian menyebut tuntutan itu sesuai dengan pasal 340 KUHP, tentang pembunuhan berencana.

Lalu hal lain, yang memberatkan, lantaran salah seorang korban masih di bawah umur.

Sedangkan tidak ada hal yang dapat meringankan Roni Syahputra dalam kasus ini.

Sidang selanjutnya akan berlangsung pada pekan depan dengan agenda pembacaan nota pembelaan dari tersangka.

Dalam sidang kasus pembunuhan di Pengadilan Negeri Medan pada Senin 21 Juni 2021 lalu terungkap kronologi kejadian.

Berdasarkan dakwaan jaksa, kejadian nahas itu berawal dari pertemuan dengan kedua korban pada Sabtu (13-2-2021) sekira 16.20 WIB.

Saat itu dua orang gadis alias korban berinisial RP dan AC datang ke Polres Pelabuhan Belawan tempat pelaku bertugas.

Kedatangan keduanya untuk menanyakan perihal barang titipan tahanan kepada terdakwa Aipda Roni.

Akan tetapi, kehadiran RP itu rupanya memikat Aipda Roni yang sudah memiliki istri dan anak.

Sehingga terdakwa akhirnya meminta nomor telepon RP dengan dalih untuk mempermudah pencarian barang titipan.

Kemudian, sekitar pukul 19.30 WIB di hari yang sama Sabtu (13-2), Aipda Roni mengajak bertemu dengan alasan membicarakan titipan korban, namun korban menolak.

Selanjutnya Aipda Roni kembali menghubungi korban RP pada Sabtu, (20-2-2021) sekira pukul 14.00 WIB, dengan alasan mengaku sudah menemukan barang titipan korban, yakni berupa handphone dan uang.

Akhirnya korban RP menyetujui untuk bertemu di di Polres Pelabuhan Belawan.

Di lokasi, Aipda Roni datang lebih dulu dan menunggu di dalam mobil, lalu korban RP menyusul bersama AC pada pukul 14.40 WIB. Terdakwa kemudian menyuruh kedua korban masuk ke dalam mobil dan mereka duduk di bangku tengah.

Di tengah perjalanan terdakwa meminta RP untuk duduk di sampingnya agar lebih mudah mengobrol dan korban menyetujuinya.

Tak disangka ternyata Aipda Roni berbohong soal barang titipan dan malah melakukan pelecehan ke RP.

“Masalah uangmu dan handphone nantilah kita ambil,” kata Jaksa meniru ucapan terdakwa Aipda Roni, Jumat (25/6/2021).

AC yang melihat tindakan pelaku akhirnya berteriak membentak, namun Aipda Roni malah memukulnya hingga terbentur.

Ia kemudian memborgol dan memukul dahi RP serta membungkam mulutnya menggunakan lakban dan tisu.

Setelahnya, Aipda Roni langsung membawa keduanya ke hotel, namun saat itu RP sedang haid dan akhirnya terdakwa menyetubuhi AC.

Dari hotel, pelaku Aipda Roni menyekap kedua korban di kamar belakang dan hal ini diketahui sang istri.

Namun, Aipda Roni mengancam akan membunuh sang istri jika terlalu banyak bertanya.

Setelah itu, Aipda Roni kembali ke Polres Pelabuhan Belawan untuk tugas piket.

Setelah selesai piket, terdakwa kembali ke rumahnya pada Minggu (21-2-2021) sekitar pukul 07.00 WIB.

Melihat kedua korban yang sudah lemas dan tak berdaya akhirnya terdakwa melakukan pembunuhan terhadap kedua korban sekitar pukul 09.00 WIB.

Aipda Roni kemudian membuang jenazah kedua korban di dua lokasi yang berbeda.

Jasad RP dibuang di Jalan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai, dan ditemukan pada Senin (22-2-2021) sekira pukul 01.50 WIB.

Sedangkan jasad AC dibuang di Jalan Budi Kemasyarakatan, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan dan ditemukan Senin (22-2-2021) pagi.

Akibat perbuatannya, terdakwa Aipda Roni Syahputra terancam pidana dalam Pasal 340 subs Pasal 338 KUHP Jo Pasal 65 KUHP.

Dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun.

(Gomed, Sumut)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI