oleh

Terkait Perambahan Hutan di Desa Sianggunan, Anas Ngaku Akan Turunkan Tim

GOMEDAN – Terkait perambahan hutan yang terjadi di Desa Sianggunan, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas yang menurut masyarakat disana diduga dilakukan oleh CV Mutiara Batang Toru.

Aliansi Mahasiswa kemudian melayangkan surat pengaduan masyarakat (Dumas), kepada Dinas Kehutanan Provinsi Sumut dan DPRD Provinsi Sumatera Utara, pada Rabu (23/06/2021), kemarin.

Loading...

Saat dikonfirmasi wartawan ke Dinas Kehutanan Provinsi Sumut soal surat Dumas dari aliansi mahasiswa Barisan Intelektual Sumatera Utara (BINSU), yang sudah dilayangkan mereka beberapa waktu lalu, Kamis (24-06-2021), sekira pukul 10:30 WIB, Kabid Penindakan dinas tersebut, Anas Y Lubis kemudian memanggil beberapa orang staff ke ruangannya antara lain: Ridwan bagian perizinan dan Zainuddin bagian Kasi Penindakan, guna menjelaskan permasalahan tersebut kepada tim media.

Pada saat itu, Anas Y Lubis, menjelaskan bahwa, surat Dumas dari mahasiswa tersebut baru sampai di mejanya.

“Untuk saat ini kita akan menurunkan tim ke sana dan masih mempelajari titik koordinatnya, apakah aktivitas Illegal Logging ini masuk wilayah hutan lindung atau hutan produksi, yang menjadi wewenang Polisi Kehutanan Dinas Provinsi Sumut,” ucapnya.

Dijelaskan Anas bahwa di wilayah hutan Tabagsel, memiliki 3 zona hutan, yaitu hutan lindung/hutan produksi, menjadi zona wewenang  Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, Hutan HPL (Hak Pengelolaan Lahan), menjadi wewenang Pemkab dan hutan Konservasi Suaka Margasatwa yang menjadi wewenang BKSDA Sumut,” tuturnya.

Kabid Penindakan Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, Anas mengaku akan menurunkan tim guna memastikan titik koordinat wilayah hutan, dimana posisi aktivitas illegal logging ini.

“Setelah dapat titik koordinat wilayahnya, akan ketahuan masuk zona wilayah wewenang siapa di lokasi tersebut,” jelasnya.

Sampai berita ini diturunkan, Direktur CV Mutiara Batang Toru saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler, tidak diangkat dan di reject.

Sementara itu, Ridwan, bagian perizinan tersebut mengungkapkan, saat ini CV Mutiara Batang Toru masih dalam proses pengurusan izin yang artinya belum mengantongi izin.

“CV Mutiara Batang Toru, masih mengurus izin nya di kantor Kementerian, namun belum bisa keluar karena tidak ada persetujuan dari masyarakat di sana,” sebutnya.

Dari informasi yang didapat, alat berat yang ada di lokasi tersebut, ternyata milik CV Mutiara Batang Toru, perusahaan mereka sudah mulai membuka lahan dengan Beko, padahal belum mengantongi izin.

Menariknya lagi informasi yang didapat, terungkap bahwa di lokasi Illegal Logging ini, selain CV. Mutiara Batang Toru ada beberapa oknum yang beraktivitas merambah hutan di sana, juga tanpa mengantongi izin, diduga dibeckingi oleh oknum aparat.

Dalam hal ini, Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, baru mengetahui dari hasil konfirmasi wartawan yang dilakukan di ruangan Kabid Penindakan.

Sampai berita ini diturunkan, Direktur CV Mutiara Batang Toru saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler, tidak diangkat dan di reject.

(SN Gomedan.co.id, Sumut)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI