oleh

Aliansi BINSU Minta Periksa Direktur CV Mutiara Batang Toru Terkait Perambahan Hutan

GOMEDAN – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Barisan Intelektual Sumatera Utara (BINSU) menggelar orasi di Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, terkait perambahan hutan lindung di Padang Lawas (Palas), Senin (21-06-2021), pukul 10:00 WIB.

Loading...

Ketua BINSU, Bonar Daulay dalam orasinya mengatakan, pihaknya menolak perambahan hutan yang terjadi di Desa Sianggunan, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Palas.

“Kami menduga perambahan hutan lindung tersebut dilakukan oleh CV. Mutiara Batang Toru,” ucapnya.

Senada juga dikatakan Koordinator aksi, Ilham Harahap, ia mengungkapkan BINSU meminta agar Dinas Kehutanan, dan Kepolisian, memanggil Direktur CV. Mutiara Batang Toru, untuk mempertanggungjawabkan, apa yang sudah dilakukan perusahaan tersebut.

“Kami minta agar Direktur CV. Mutiara Batang Toru, dipanggil dan diperiksa oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sumut untuk mempertanggungjawabkan, apa yang sudah dilakukan perusahaan itu,” ucap Ilham.

Adapun tuntutan yang dituliskan dan disampaikan oleh kalangan Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BINSU tersebut adalah berdasar hukum yang termaktub dalam Undang-undang, diantaranya:

– UU No.41/1999 tentang Kehutanan Pidana diatur pasal 78 (Ayat 2), dan

– UU No.18/2013 Tentang pencegahan dan pemberantasan kerusakan Hutan Sesuai dengan Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945.

Dalam Undang – undang tersebut dikatakan bahwa, Bumi, Air, dan Kekayaan Alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya untuk Kemakmuran Rakyat.

Dalam tuntutannya, selain menolak perambahan hutan liar di Desa Sianggunan Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas, dapat  mengakibatkan bahaya banjir besar terhadap masyarakat, seperti yang terjadi saat bulan Ramadhan kemarin.

Meminta kepada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, untuk menghentikan perambahan hutan, dan kepada Kepala Desa Sianggunan, untuk mempertanggung jawabkan perambahan hutan liar.

Usai menyuarakan orasi dan tuntutan kalangan mahasiswa tersebut, Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, Zakir Daulay mengatakan sangat mengapresiasi apa yang disampaikan oleh adek- adek mahasiswa.

“Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, tidak ada memberikan izin kepada siapapun untuk merambah hutan disana,” kata Zakir.

“Marilah kita sama-sama menolak perambahan hutan atau pembalakan liar khususnya di Padang Lawas,” tandas Zakir mewakili Dinas Kehutanan Provsu.

(SN Gomedan.co.id, Sumut)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI