oleh

Kapolri: Kebijakan Larangan Mudik Untuk Menekan Penambahan Angka Covid-19

-POLRI-2 views

GOMEDAN – Dengan adanya kebijakan pelarangan mudik yang dikeluarkan Pemerintah dan akan diimplementasikan oleh Polri serta lintas sektoral, lantaran untuk menekan laju penambahan angka virus corona atau Covid-19.

“Dengan adanya pelarangan mudik, maka hal itu sesuai dengan semangat asas Salus Populi Suprema Lex Esto atau Keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi. Karena melakukan upaya untuk menyelamatkan orang banyak dari penyebaran virus corona,” kata Kapolri Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si saat rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam persiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21-4-2021).

Loading...

Jenderal Listyo mengungkapkan, asas tersebut menjadi dasar nantinya untuk aparat kepolisian dalam melakukan gelar Operasi Keselamatan tentang pelarangan terhadap masyarakat melakukan mudik Lebaran.

“Polri akan gelar operasi keselamatan dari 12 hingga 25 Mei atau selama 14 hari, untuk memberikan edukasi tidak melaksanakan mudik karena angka Covid-19 yang masih tinggi,” ucapnya.

Selain itu, mantan Kabareskrim Polri ini juga menginstruksikan seluruh jajarannya untuk melakukan Kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) guna mengantisipasi dan mencegah terjadinya kejahatan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pada saat Ramadhan dan Idul Fitri.

“Operasi KKYD angka kejahatan street crime, patroli skala besar, tempat interaksi masyarakat seperti terminal, aksi teroris di bulan Ramadhan untuk melaksanakan amaliah. Rekan-rekan Densus 88 tetap mengawasi,” ujar Jenderal Listyo.

Antisipasi kejahatan itu, lanjut mantan Kadiv Propam Polri ini mengatakan, bisa melalui pendekatan Soft Approach dengan menggandeng para Alim ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Selain itu, Jenderal Listyo juga meminta kepada Kapolda jajaran untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan menjelang Lebaran. Serta melakukan operasi yustisi guna menegakan protokol kesehatan di masyarakat.

“Pengendalian Covid-19 di setiap daerah yang sudah mendapat vaksin agar dikoordinasikan untuk melakukan vaksin massal. Harga pangan sembako akan lonjakan harga maka Polri menurunkan Satgas Pangan dengan instansi terkait untuk mengontrol langsung di sasaran. Operasi Yustisi tetap dilakukan agar masyarakat patuh program 3T dan 5M tetap dilakukan,” ungkapnya.

Disisi lain, Jenderal bintang empat ini juga menekankan penerapan protokol kesehatan di sektor pariwisata yang tidak berada di zona merah. Penggalakan penerapan protokol kesehatan harus dilakukan guna mencegah terjadinya penyebaran virus corona.

“Daerah wisata tetap dilaksanakan 3T dan memakai masker, dirikan posko yang bisa untuk melakukan test. Pelaku pariwisata agar melaksanakan kebersihan lingkungan, penjualan tiket melalui elektronik dengan tetap memberlakukan 3M. Yang daerah zona merah tidak melaksanakan pariwisata. Hotel juga melakukan 3T dan 3M, Hotel juga mempersiapkan kamar sementara untuk yang di tes positif,” tutup Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Acara Rakor tersebut turut dihadiri oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan beberapa Menteri serta diikuti oleh Kapolda jajaran secara virtual.

(SN Gomedan.co.id, Jaksel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI