oleh

Kapolri: Dengan Ditanamkannya Pemahaman Soal HAM, Ke Depan Tidak Ada Lagi Celah Pelanggaran 

-POLRI-10 views

GOMEDAN – Kapolri Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si mengungkapkan, dengan ditanamkannya pemahaman soal menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM), maka kedepannya tidak adalagi celah-celah terjadinya pelanggaran terkait dengan hal tersebut.

“Pemahaman HAM akan diberikan kepada personel Polri mulai dari pelaksana sampai pimpinan. Sehingga di lapangan potensi pelanggaran HAM bisa dihilangkan,” kata Jenderal Listyo dalam sambutannya usai melaksanakan penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) dengan Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik tentang Penegakan HAM di Indonesia, Selasa (20-04-2021).

Loading...

Pada momentum itu, Pati Polri lulusan Akpol’91 ini mengungkapkan, dengan semangat menjunjung tinggi HAM di Indonesia, maka seluruh personel Polri mulai dari prajurit hingga level pimpinan bakal diberikan pemahaman soal menjaga hak asasi manusia.

Jenderal Listyo juga menekankan, saat ini Korps Bhayangkara bakal berpegang teguh untuk menjaga HAM dalam menjalankan tugasnya dalam menciptakan Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas).

“Saya menyambut baik perpanjangan nota kesepahaman antara Komnas HAM RI dan Kepolisian. Kerjasama yang ada bisa dimanfaatkan dan diperlukan untuk proses penyelidikan Komnas seperti Inafis, Labfor dan lainnya,” ucap Kapolri.

Dalam penandatangan MoU antara Polri dan Komnas HAM di Mabes Polri, Jakarta Selatan itu juga menjadi wadah pertukaran data dan informasi, penggunaan Labfor dan Inafis.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengapresiasi Polri atas penandatanganan nota kesepahaman tersebut. Menurutnya, hal ini wujud nyata dari transparansi Polri.

Ahmad menuturkan, di era kepemimpinan Kapolri Sigit, Korps Bhayangkara saat ini semakin transparan dan lebih kooperatif dengan sesama lembaga maupun pihak eksternal.

“Kami merasakan ada komunikasi dan koordinasi yang baik maka kami sangat terbantu karena diberikan akses dan ruang yang cukup serta keterbukaan Polri,” ungkapnya.

Selain itu, masih dikatakan Ahmad, komunikasi di daerah sangat bagus. Dengan tantangan media dan keterbukaan maka kepolisian berani mendisiplinkan aparat yang salah merupakan suatu kemajuan.

“Dan adanya rekomendasi yang baik direspon dengan baik. Upaya yang dilakukan perkembangan kemajuan dalam bertugas sangat baik,” jelasnya.

(SN Gomedan.co.idJaksel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI