oleh

Sakit Hati, Aipda Roni Syahputra Cekik RF dan AC Hingga Tewas

-POLRI-45 views

GO MEDAN – Akibat sakit hati, oknum polisi Aipda Roni Syahputra nekat mencekik RF (21) dan AC (13) hingga kedua korban tewas.

Kedua jasad korban kemudian dibuang di dua tempat berbeda hingga akhirnya ditemukan pada Senin (22-2-2021).

Loading...

Sebelum terlibat kasus pembunuhan ini, Aipda Roni dikenal sebagai sosok polisi yang kerap membuat masalah.

Aipda Roni diketahui baru dua tahun bertugas di Polres Pelabuhan Belawan. Sebelumnya ia ditugaskan di Polres Toba.

Menurut keterangan dari Briptu Tetty Manurung, seorang Polwan yang bertugas di Polres Toba menceritakan bahwa pelaku memang dikenal banyak bermasalah.

Pelaku diketahui kerap berbuat onar hingga sering membolos dinas.

“Sering bermasalah juga selama di Toba,” ujar Polwan yang bertugas di Unit Res Narkoba Polres Toba ini dihubungi awak media, Kamis (25-2-2021).

“Sering tidak masuk, sekali masuk udah dihukum,” sebut Briptu Tetty.

Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku bermula ketika korban RF meminta tolong kepada pelaku yang bertugas di Polres Pelabuhan Belawan untuk mengecek titipan tahanan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) namun pelaku tidak memenuhi permintaan RF.

Pada kesempatan lain, RF dan korban AC mendatangi lagi pelaku untuk menanyakan perihal pengecekan tahanan.

Ketika bertanya kepada pelaku, cekcok pun terjadi antara pelaku dan korban.

“Ketika korban (RF) menanyakan perihal titipannya bersama seorang wanita temannya (AC) kepada tersangka, terjadi ketersinggungan hingga membuat oknum tersebut sakit hati,” kata Kasubid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada awak media, Kamis (25-2-2021).

Seusai cekcok tersebut, tersangka mengajak kedua korban bertemu di suatu tempat untuk membicarakan masalah mereka.

Namun saat bertemu, pelaku justru emosi dan mencekik korban satu per satu.“Korban dihabisi dengan cara dicekik,” ucap AKBP MP.

Selanjutnya jasad korban dibuang di dua tempat berbeda.

Jasad RF ditemukan di kawasan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, sedangkan AC ditemukan di daerah Pulo Brayan, Medan, Sumatera Utara. Pelaku diketahui berhasil teridentifikasi pada Kamis (24-2-2021).

Setelah itu, pelaku langsung diamankan di kediamannya di kawasan Medan Marelan.

Sementara itu, Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Martuani Sormin, M.Si menyatakan akan menindak tegas anggotanya yang terbukti melakukan tindak pidana.

“Kita tetap tangani profesional melalui peradilan pidana,” kata Jenderal bintang dua ini kepada awak media melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (25-2-2021).

Irjen Martuani menyebutkan, tersangka juga dapat dipecat dari Polri akibat sudah melakukan tindak pembunuhan.

RF sendiri bukanlah orang asing di Polres Pelabuhan Belawan.

Kesehariannya, RF di sana bekerja sebagai pegawai harian lepas (PHL) Polres Pelabuhan Belawan.

Pada korban RF, pihak kepolisian menemukan bukti yang bersangkutan pernah berhubungan badan namun bukan terjadi sebelum korban dibunuh.

Temuan itu disampaikan oleh Dokter Forensik RSUD Sultan Sulaiman Sei Rampah, dr Abdul Gafar.

Abdul memaparkan, ada sejumlah tanda-tanda bekas kekerasan yang nampak jelas pada jasad korban RF.

“Tanda kekerasannya jelas sekali. Pada bagian wajah di mulut dan hidung dibekap tandanya tidak bisa bernapas dan membiru mukanya”

“Pergelangan tangannya dipegang itu tapi tidak ada tanda ikatan. Ya pasti diakan meronta namanya mau dibunuh,” ucap dr Abdul kepada awak media, Selasa, (23-2-2021).

Dokter Abdul menambahkan, terdapat juga luka memar di pipi yang diduga akibat tamparan.

Penyebab kematian korban RF diketahui terjadi karena gagal nafas akibat tidak ada oksigen.

Selain itu, dr. Abdul juga menemukan bukti bahwa korban tidak lagi perawan namun bukan akibat dirudapaksa sebelum tewas.

“Kalau tanda-tanda diperkosa enggak ada, karena pada saat itu dia sedang halangan. Tapi ada tanda sudah pernah berhubungan atau bersetubuh hanya saja itu luka lama bukan baru,” jelas Abdul.

(Gomedan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI