oleh

Ratusan Hektar Kawasan Hutan di Laugedang Diduga Dikuasai Mafia Untuk Areal Pertanian

-INFO-30 views

GO MEDAN – Sebanyak ratusan hektar kawasan hutan di Laugedang, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang diduga sudah habis dikuasai mafia perambah hutan untuk dijadikan areal pertanian. Apapun ceritanya, hutan suaka alam itu harus diselamatkan.

Hal itu diungkapkan Camat Sibolangit, Febri E Gurusinga SSTP MSP kepada wartawan, Kamis (31-12-2020).

Loading...

“Saya berjanji akan terus menjajakinya, karena Laugedang termasuk kawasan hutan suaka alam yang merupakan penyangga dan sumber air bagi masyarakat,” kata Camat melalui telepon selulernya.

Camat Febri menjelaskan, bahwa dirinya mendapatkan informasi atas dugaan kawasan hutan Laugedang yang sudah dibabat.

“Hutan suaka alam paling tidak bisa disentuh maupun dikuasai masyarakat,” ucap Febri Gurusinga menanggapi adanya desakan Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting terhadap Dinas Kehutanan Sumut dan Poldasu untuk mengusut pelaku perusak hutan Laugedang Sibolangit.

Sementara itu, Camat Kutalimbaru M Faisal Nasution SSTP MAP mengaku sebagian kawasan hutan Laugedang juga masuk di wilayahnya (Dusun 11, Desa Sukamakmur, Kecamatan Kutalimbaru) dan perambahan di lokasi tersebut sudah berlangsung lama terjadi.

“Itu sudah lama memang terjadi, bukan baru-baru ini saja terjadi. Masyarakat yang berdomisili di kawasan Laugedang itu totalnya ada 70 KK (kepala keluarga),” ujarnya sembari mengungkapkan, dari informasi yang dia peroleh ada oknum anggota legislatif kabupaten yang ikut bercocok tanam di lokasi itu dengan cara ganti rugi buka lahan.

Namun, lanjut Faisal, untuk jual beli lahan di lokasi itu tidak ada, karena tidak ada suratnya.

“Saya dapat informasinya mereka hanya ada biaya ganti rugi buka lahan saja. Lagian siapa yang berani mengeluarkan suratnya karena itu kawasan Hutan Tahura,” ujarnya.

Faisal mengaku kecewa bisa terjadi pembiaran seperti itu dari dulu.“Kalau dari dulu dilarang masyarakat masuk ke dalam oleh pihak Tahura, tidak sampai seperti sekarang ini jumlah kepala keluarga yang tinggal di lokasi hutan itu,” cetusnya.

Ramlan Barus saat dikonfirmasi mengaku tidak menjabat lagi sebagai Kepala UPT Tahura 2 bulan lalu. Namun ia membenarkan Laugedang masuk kawasan Tahura.

“Kawasan suaka alam pun bisa ada pemukiman, karena sebelum merdeka masyarakat sudah ada bertani di lokasi,” tuturnya.

Dia mengatakan, mereka bisa menguasai lahan karena ada kelompok tani. “Sudah ada 3 kelompok tani di sana,” tutup Ramlan sembari kembali menegaskan dirinya sudah dipindahkan tugas.

(SN Gomedan, Deliserdang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI