oleh

Penutupan TMMD Kodim 0205/TK di Berastagi Diisi dengan Tarian Reog Ponorogo

-HANKAM-286 views

Teks Gambar: Tari Reog Ponorogo Mengisi Acara Hiburan Pada Penutupan TMMD KE-101 Kodim 0205/TK Tahun 2018 di Lapangan Guntur Berastagi, Kamis (03-05-2018). (GM/Penrem 023/KS)

 

Loading...

Go Medan

Inspektur Jendral Angkatan Darat (Irjenad), Mayjen TNI Johny L Tobing resmi menutup Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 Kodim 0205/TK Tahun 2018 di Lapangan Guntur Berastagi, Kamis (03-05-2018).

Ada yang menarik saat penutupan TMMD Reguler ke 101 Kodim 0205/TK di Lapangan Guntur Berastagi Kota Wisata Kabupaten Karo, yakni penampilan memukau para penari Reog Ponorogo dari anggota Kodim 0205/TK.

Diketahui Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya.

Reog Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.

Usai kegiatan upacara penutupan TMMD ini dibawah arahan Pasi Teritorial Kodim 0205/TK, Kapten Inf K. Ginting diisi dengan acara Tari majuah-juah, taro tobelo yang merupakan gabungan Pramuka, Persit, Polwan dan Anggota TNI Kodim 0205/TK.

Pertunjukan Reog ponorogo yang ditampilkan di Lapangan Guntur Berastagi adalah Reog Topeng berbentuk Kepala Singa yang dikenal sebagai “Singa Barong”, Raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabhumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya.

Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50 kg hanya dengan menggunakan giginya.

Sebanyak kurang lebih 2500 orang pengunjung memadati lapangan guntur berastagi terlihat sangat kagum dengan atraksi atraksi yang dipertontonkan reog ponorogo.

Disela-sela kegiatan berlangsung, Kapten Inf K. Ginting mengatakan, sekalipun Reog ponorogo berasal dari Jawa Timur tapi penampilan di penutupan TMMD ini sangat memukau penonton, ini menunjukkan bahwa setiap warga negara kita mencintai seni budaya dari daerah lain. Meskipun Jawa Timur bagian barat laut dan ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kebudayaan nasional berasal dari kebudayaan daerah untuk merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan untuk mewujudkan negara kesatuan, yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia,” ujar Kapten Inf K. Ginting.

(T.Karo, GM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI