oleh

Sebanyak 11 Oknum Polisi dan 9 Orang Tersangka Masyarakat Terancam Hukuman Pidana Mati

-POLRI-28 views

GOMEDAN, SUMUT – Sebanyak tujuh (7) kasus peredaran narkoba jenis sabu, pil ekstasy, dengan jumlah 20 tersangka dan barang bukti sabu 242,34 Kg dan 48.418 butir Pil Ekstasy periode 5 April 2021 s/d 15 Juni 2021 diungkap Polda Sumut.

Selama dua bulan jajaran berhasil mengungkap 35 kasus dengan mengamankan barang bukti sabu seberat 412, 96 kg, pil ekstasi sebanyak 54,614 butir dan ganja 674 kg.

Loading...

“Selain barang bukti, anggota juga mengamankan 64 tersangka,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dalam siaran persnya di ruang Tribrata Mapoldasu Jalan Sisingamangaraja Km 10,5 Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) Selasa (29-06-2021).

Dari 20 tersangka itu, 11 tersangka oknum polisi Polres Tanjung Balai dan Dit Polair Polda Sumut. Selain itu, 9 orang tersangka dari masyarakat.

Adapun modus operandi yang dilakukan para tersangka narkoba tersebut, lanjut Irjen Panca menjelaskan, dengan cara memasukkan ke dalam dus karton warna coklat, kedalam koper dan ke dalam kardus serta memasukkan ke dalam goni plastik warna putih.

“Dari 35 kasus narkoba yang berhasil diungkap, tujuh diantaranya ditangani Tim Dit Res Narkoba Polda Sumut dengan jumlah tersangka 20 orang dan barang bukti sabu seberat 242,34 kg, pil ekstasi 48,418 butir.

Polda Sumut juga mengamankan 11 anggota polisi yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Yakni Polres Tanjung Balai dan Dit Polair Polda Sumut,” terangnya.

Dibeberkan Irjen Panca, proses pengungkapan pada 27 April 2021 Medan-Banda Aceh dengan mengamankan tersangka SY yang membawa sabu seberat 35 kg.

Lalu, pada 30 April 2021 di jalinsum Asahan petugas menyita barang bukti sabu seberat 51 kg dan pada 8 Juni 2021 mengamankan tersangka DS di Jalan Tanjungbalai dengan barang bukti 20 kg.

Tak sampai di situ, sambung Jenderal bintang dua ini menyebutkan pada 15 Juni 2021 petugas mengamankan dua tersangka MF dan MUS karena menyimpan barang bukti sabu seberat 69 Kg.

“Dari empat kasus narkoba jaringan Aceh yang saya paparan turut disita barang bukti dua pucuk senjata laras panjang bersama beberapa butir amunisi,” ucapnya.

Pati Polri lulusan Akpol’90 ini menuturkan, untuk kasus penemuan sabu seberat 57 kg tidak bertuan di Perairan Tanjung Balai petugas telah mengamankan dua tersangka bernisial HS dan SU.

Dalam pemeriksaan, ke dua tersangka melakukan transaksi menggunakan kapal kecil dengan diberikan imbalan sebesar Rp200 juta.

“Setelah kita kembali dalami ternyata barang bukti seberat 80 kg dan berdasarkan pendalaman adanya dugaan keterlibatan oknum anggota dalam peredaran narkoba tersebut,” ujar Irjen Panca.

Ia menegaskan, Polda Sumut akan memberikan tindakan tegas kepada masyarakat maupun anggota yang terlibat peredaran narkoba sesuai aturan yang berlaku.

“Para tersangka melanggar pasal 114 ayat (l2 Subs pasal 112 ayat 2 dan pasal 111 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati dan pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 dan paling banyak Rp10.000.000.000,00,” tutup Irjen Panca.

Kegiatan realase itu turut dihadiri antara lain: Gubernur Sumatera Utara, Panglima I/BB, Ketua DPRD Propinsi Sumut, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut, Ketua Pengadilan Tinggi Sumut, Kakanwil Ditjen Bea Cukai, Kakanwil Hukum dan HAM Sumut, Wakapolda Sumut, Ketua FKUB, Ketua MUI Sumut, Irwasda dan PJU Poldasu.

(SN Gomedan.co.id, Sumut)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI