oleh

Kapolri: Restorative Justice Harus Dikedepankan Dalam Penanganan Perkara

-POLRI-0 views

GO MEDAN : Kapolri Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si menyinggung soal restorative justice yang harus dikedepankan dalam penanganan perkara. Menurutnya, restorative justice dapat memberi kepastian hukum hingga keadilan bagi masyarakat.

“Sehingga ke depan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik, yang menyentuh keadilan masyarakat, semakin hari dapat diperbaiki dengan restorative justice. Bareskrim Polri mengedepankan hukum progresif dalam penyelesaian perkara melalui restorative justice yang tidak hanya melihat aspek kepastian hukum namun pada kemanfaatan dan keadilan,” kata Kapolri Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si saat membuka rapat kerja teknis (Rakernis) Bareskrim Polri Tahun 2021 di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5-4-2021).

Loading...

Dalam sambutannya, Jenderal Listyo juga mengingatkan Bareskrim menangani banyak kasus menonjol sehingga menjadi salah satu tumpuan.

“Dalam kesempatan kali ini, saya mengingatkan kepada rekan-rekan, khususnya di Bareskrim, bahwa Bareskrim menjadi salah satu tumpuan. Karena pengungkapan penegakan hukum di Bareskrim, terkait kasus-kasus menonjol dan besar menjadi perhatian publik,” ucapnya.

Mantan Kapolda Banten ini menyebut terdapat kejahatan-kejahatan baru yang berkembang dari perkembangan teknologi. Karena itu, ia meminta kasus-kasus itu agar ditangani secara khusus.

Perkembangan negara-negara maju, termasuk perkembangan teknologi, perkembangan dari kejahatan transnasional, akan langsung dirasakan oleh masyarakat kita, sehingga tentunya perlu ada pengembangan terhadap pengetahuan kita dan kemudian keterampilan dalam rangka meningkatkan profesionalisme untuk menghadapi perkembangan-perkembangan kejahatan baru yang muncul. Dan yang paling menonjol tentunya adalah kasus-kasus yang terjadi di dunia teknologi informasi yang terus berkembang dan tentunya ke depan perlu dipikirkan, kemudian diwadahi dan ditangani secara khusus,” tuturnya.

Kapolri juga menyinggung hasil survei Litbang Kompas di mana ada penurunan kepuasan masyarakat terhadap Polri dari beberapa waktu lalu terkait dengan beberapa aspek, seperti penuntasan kasus hukum dan kasus kekerasan oleh aparat. Kepuasan masyarakat di bidang hukum terus mengalami penurunan, dari 53 persen menjadi 49,1 persen.

Sementara itu, pengaduan masyarakat didominasi kategori penerapan hukum dan sikap petugas Polri. Kapolri mengingatkan ada tiga hal yang perlu dilakukan oleh jajaran Bareskrim Polri, yakni peningkatan kinerja penegakan hukum, pembenahan budaya organisasi, dan peningkatan komunitas publik.

“Terkait angka-angka tersebut, kita tidak perlu alergi. Karena tanpa adanya masukan dari masyarakat, kita hanya berada dalam zona nyaman. Padahal masyarakat tidak berharap demikian. Perlunya melakukan perbaikan-perbaikan dengan melibatkan penilaian masyarakat menjadi sangat penting,” ujar Jenderal Listyo.

“Terima kasih, dalam kesempatan ini saya diberi waktu yang cukup. Karena memang hati saya di reserse, jadi bagaimana reserse dapat memenuhi harapan dan keinginan masyarakat tentang penegakan hukum dapat kita wujudkan,” jelas Tribrata satu ini.

Adapun dalam kegiatan rakernis Bareskrim Polri 2021 berlangsung selama dua hari ini juga diisi dengan peluncuran Siber TV dan Virtual Police, penyematan pin menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) kepada Dirtipidkor Bareskrim Polri, serta penyerahan penghargaan umroh bagi anggota yang berdedikasi.

(SN Gomedan, Jakarta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI