oleh

Merasa Ditipu Oknum ASN, Kelompok Tani Rugi Rp80 Juta 

GO MEDAN – Merasa ditipu oleh oknum ASN Ardian Cs yang bertugas di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Langkat terkait pungutan dalam pengurusan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Kelompok Tani (Poktan) Gaharu Indah merasa dirugikan ditaksir mencapai Rp.80 juta.

Demikian dikatakan Sekretaris Poktan Gaharu Indah, Agus Sucipto di Kota Stabat yang mewakili 100 orang anggotanya. Poktan yang terletak di Desa Besilam, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat itu mengajukan permohonan PSR untuk lahan seluas 400 hektar pada Juni 2019 silam, melalui Ardian Cs.

Loading...

“Sampe sekarang belum ada kepastian, meskipun berkas dan persyaratan dari Dirjenbun sudah kami lengkapi,” kata Agus kepada awak media, Sabtu (20-02-2021) siang.

Lanjutnya menjelaskan, dalam setiap proses pengurusan PSR itu, Ardian Cs selalu meminta uang dengan mengatasnamakan Dinas Ketapang Kabupaten Langkat. Mulai dari biaya administrasi Rp.16 juta untuk yang membidangi PSR di dinas, biaya pengambilan kordinat Rp.16 juta, biaya scan dan fotocopy berkas Rp.1,7 juta dan uang jalan Ardian Cs selama pengurusan PSR tersebut mencapai lebih kurang Rp.50 juta.

“Kadang, dalam pengurusan itu, Ardian Cs meminta uang Rp.500 ribu hingga Rp.1 juta, setiap ketemu pengurus poktan, totalnya diperkirakan mencapai Rp.80 juta. Uang itu belun termasuk biaya pengambilan surat PPKS di Medan, sampai berkas poktan kami lengkap di bulan Juni 2020 kemarin,” ucapnya.

Senada juga dikatakan Ketua Poktan Gaharu Indah, Aji Oktian yang juga menyampaikan kekecewaannya. Ia mengatakan, bahwa Ardian Cs juga meminta vie 10 persen jika nantinya dana PSR itu dicairkan pemerintah.

“Kalau permintaan Ardian Cs itu gak kami turuti, dia mengancam berkas kami tidak diloloskan ke kementerian terkait,” sebut Aji.

Menurutnya, Ardian Cs diduga telah melakukan manipulasi data Poktan Gaharu Indah di aplikasi Website http://program-psr.bpdp.or.id, dengan merahasiakan akun Poktan Gaharu Indah.

“Seharusnya, kami yang ngelola akun itu untuk unggah berkas yang diperlukan, bukan Johan temannya Ardian Cs,” tutur Aji.

Ditambahkannya, beberapa hari yang lalu, setelah akun itu mereka terima, dalam akun poktan di website http://program-psr.bpdp.or.id progres pengurusan PSR sudah sampai tahap lima, dari enam tahap progresnya, yakni sudah sampai tahap SK Rekomtek Dirjenbun tertanggal 19 Februari 2021 yang diterbitkan sekira jam 10.29 WIB. “Tinggal tahap pencairan aja waktu itu,” terang Aji.

Lanjutnya menjelaskan, namun anehnya, pada hari yang sama, progresnya menurun ke tahap ke-dua, yakni ke tahap verivikasi tingkat provinsi yang diterbitkan jam 14.04 WIB. “Kan aneh ini, kenapa progresnya bisa turun ke tahap kedua? Setelah kami tanyakan ke tingkat provinsi, ternyata berkas yang kami ajukan belum masuk dan progres sebelumnya diduga dimanipulasi Ardian Cs,” ucap Aji.

Pengurus beserta anggota Poktan Gaharu Indah menduga, terhambatnya proses pengurusan PSR yang mereka ajukan berkaitan dengan vie 10 persen yang hingga saat ini belum mereka penuhi kepada Ardian Cs. “Kami berharap, agar penegak hukum menindak tegas dugaan penipuan yang dilakukan Ardian Cs kepada kami,” kata Ketua Poktan Gaharu Indah.

Kepala Desa Besilam Bukit Lembasa Suningrat berharap, agar pihak terkait dapat membantu warganya yang sedang mengurus PSR itu. “Progam yang digalakkan Presiden Jokowi bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Jadi, tolonglah agar urusan poktan itu bisa segera terwujud,” tuturnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketapang Kabupaten Langkat Nasiruddin SP saat dikonfirmasi awak media via telepon, yang bersangkutan mengarahkan agar konfirmasi langsung ke kantornya Senin mendatang. “Ini kan hari libur, Senin (22-02) nanti datang aja ke Kantor,” katanya.

(Gomedan, Langkat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI