oleh

Dianiaya OTK, Ketua ASPAL Buat Laporan ke Polda Sumut

-POLRI-8 views

GO MEDAN –  Akibat dianiaya orang tak dikenal di Jalan Sudirman, Kwala Bingai, Kabupaten Stabat, Ketua Aliansi Pemuda Langkat (ASPAL), Ahmad Zulfahmi Fikri mendatangi Mako Polda Sumatera Utara, Selasa (16-2-2021).

Kedatangan Mahasiswa UINSU serta aktivis di Kabupaten Langkat ini guna melengkapi laporan penganiayaan terhadap dirinya sebagaimana yang tertuang dalam nomor : STTLP / 347/11/2021/SUMUT/SPKT ‘I’ Senin (15-02-2021) pukul 20:00 Wib, tentang peristiwa pidana UU No. 1 tahun 1946 KUHP Pasal 351.

Loading...

Terkait laporannya, korban Ahmad Zulfahmi Fikri, warga Desa Besilam Babussalam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat meminta perlindungan hukum kepada pihak Kepolisian dan para penegak hukum agar kedepannya tidak lagi terjadi pada kawan-kawannya khususnya mahasiswa yang selalu mengkritisi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Saya dipukuli, kepala saya dipijak (injak-red), badan saya dipijak dengan beberapa luka dibagian tubuh, kaki, pinggang, lengan, dan bagian belakang punggung saya juga mengalami luka lebam, pelaku menyatakan saat itu ketika saya dipijak pijak dengan membabi buta, disaat saya ampun ampun, “Jangan ikut campur masalah Bupati Langkat,” ujar Ahmad menirukan ucapan kawanan pelaku saat itu sembari menahan rasa sakit yang dideritanya.

Sementara, Kuasa Hukum korban, Muhammad Iqbal Zikri dan rekannya dari ASPAL meminta pihak Kepolisian, khususnya Poldasu agar dapat mengusut tuntas kasus penganiayaan dan pengeroyokan serta menangkap diduga aktor intelektual dibalik kasus ini.

Menurut Muhammad Iqbal, apa yang dialami oleh kliennya bukan hanya semata-mata tindak pidana penganiayaan oleh dua orang pelaku yang tak dikenal. “Namun kuat dugaan adanya upaya dari otoritas untuk membungkam aktivis yang juga sebagai kontrol sosial dan corong demokrasi,” ujarnya.

Dia menyebut, bukan tanpa alasan karena kuat dugaan muncul, setelah kliennya diterima audensi oleh Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin, adalah permasalahan sejuta lobang yang ada di sarana dan prasarana jalan di Kabupaten Langkat ini.

“Harapan kami pihak Polda Sumut, dapat menindak lanjuti kasus ini, dan mengungkap, membongkar aktor/ dalang yang diduga menyuruh kedua OTK pelaku penganiayaan terhadap klien kami, agar kedepannya tidak lagi terjadi penzoliman aktivis aktivis mahasiswa khususnya di Kabupaten Langkat,” ucapnya.

Dikabarkan, awal peristiwa itu terjadi pada Senin (15-02-2021) sekira pukul 13:00 Wib, saat itu korban Ahmad bersama temannya baru tiba di Cafe Lajor Kopi, di Jalan Sudirman Stabat, setelah pulang audensi dari kantor Bupati Langkat, terkait persoalan sejuta lobang sarana jalan yang kerap disoroti oleh korban dan kawan- kawan.

Secara tiba-tiba, entah bagaimana dua OTK dengan memakai masker dan kacamata warna hitam dengan mengendarai sepeda motor tanpa plat nomor polisi menghampirinya dan langsung memukuli dan menginjak-injak korban, sembari mengucapkan, “Jangan kau ganggu Bupati Langkat!,” berulang kali. Hal itu disampaikan kuasa hukum korban kepada wartawan seusai membuat laporan di SPKT Polda Sumut.

Setelah korban dianiaya secara membabi buta, kedua pelaku dengan memakai sepeda motor langsung melarikan diri ke arah Simpang Jalan Kantor Bupati Langkat, rekan korban pun dari belakang sempat mengabadikan dengan merekam adegan tersebut, akibat tindakan tersebut membuat memar -memar di wajahnya juga beberapa bagian tubuhnya.

(SN Gomedan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI