oleh

Pemilik Senjata Soft Gun Divonis Bebas di PN Medan

-SIDANG-12 views
banner 728x90

GO MEDAN – Seorang pemilik senjata air soft gun ilegal, Joni Brayan City divonis bebas di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (23-12-2020).

Mengetahui itu, jaksa penuntut umum (JPU) tidak melakukan kasasi atas putusan bebas majelis hakim tersebut.

Loading...

Menanggapi putusan tersebut, Ketua DPD Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Sumatera Utara, Abdul Rahman menilai vonis bebas terhadap pemilik senjata air soft gun ilegal itu, menurutnya, harus menjadi perhatian serius bagi Komisi Yudisial (KY).

“Harapan kita, KY mau turun untuk menyelidiki putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Medan ini. Apa dasar dan azas hukum yang dibuat majelis hakim sehingga tuntutan 2 tahun kurungan JPU dimentahkan. Vonis bebas terdakwa Joni Brayan City harus dikaji ulang, makanya kita berharap KY segera datang ke sini (Pengadilan Negeri Medan),” kata Abdul Rahman kepada awak media, Kamis (24-12-2020).

Lanjut Abdul mengatakan, dirinya tidak ingin vonis bebas pemilik senjata air soft gun ilegal ini menjadi isu liar bagi penegakan hukum di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan.

“Setahu kita perbuatan Joni telah melanggar pasal 1 ayat (1) Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” sebut Abdul Rahman.

Terkait vonis bebas pemilik senjata air soft gun ilegal, Joni Brayan City tersebut juga mendapat tanggapan dari praktisi hukum, Julheri Sinaga, SH.

Julheri mencium ada bau dugaan suap pada vonis bebas majelis hakim Pengadilan Negeri Medan yang diketuai oleh Jarihat Simarmata,” ucapnya.

Untuk diketahui, kasus ini bermula pada 7-02- 2020 sekitar pukul 07.30 WIB, terdakwa Joni digerebek petugas dari Polda Sumut di rumahnya.

Saat dilakukan penggeledahan dalam rumah, petugas menemukan tas jinjing yang disimpan dalam lemari. Ternyata, tas itu berisi sepucuk senjata air soft gun lengkap dengan tabung gas dan gotri/mimis.

Atas penemuan senjata air soft gun itu, Joni pun mengakui bahwa senjata tersebut diperolehnya dengan cara membeli dari seseorang bernama Indra Gunawan alias Asiong yang bekerja sebagai pengurus satpam di Komplek Brayan City, seharga Rp 1.500.000, pada tahun 2017.

(SN Gomedan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI