oleh

Akibat Hujan Deras dan Luapan Sungai, Ribuan Rumah Warga Terendam Banjir

-PEMKAB-26 views
banner 728x90

GO MEDAN – Akibat curahan hujan deras dengan intensitas tinggi dan luapan air sungai menyebabkan ribuan rumah warga di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara terendam banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada 4.235 rumah di Sergai yang terendam banjir di lima kecamatan yaitu: Kecamatan Tebingtinggi, Sei Bamban, Sei Rampah, Kecamatan Dolok Masihul dan Kecamatan Sipispis.

Loading...

“Jumlah rumah yang terdampak banjir sebanyak 4.235 unit. Ketinggian air mencapai 1 meter,” kata Kalaksa BPBD Serdang Bedagai, Henry Suharto, Sabtu (28-11-2020).

Dijelaskan Henry, banjir disebabkan hujan dengan intensitas tinggi sehingga menyebabkan tanggul Sei Belutu dan Sei Sibaro di Kecamatan Sei Bamban dan Kecamatan Tebingtinggi jebol.

“Ditambah adanya air kiriman dari Kabupaten Simalungun. Sejalan dengan itu terjadi pasang mati di laut sehingga air tertahan dan melimpah di pemukiman warga,” ujarnya.

Saat ini, tim BPBD telah mendirikan posko di desa yang terdampak banjir, bersama TNI/Polri. Petugas juga telah menyalurkan sembako/air mineral untuk dapur umum, serta mendirikan tenda di beberapa titik.

“Kita juga menurunkan perahu fiber dan portable, di lokasi tertentu untuk membantu warga. Sebab banjir masih tinggi ditambah lagi hujan terus menerus, kita khawatir banjir semakin parah,” ucap Hendry.

Sedangkan di Kota Tebingtinggi, sebanyak 3.538 rumah terendam banjir di Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kecamatan Bajenis, Rambutan, Padang Hilir dan Kecamatan Hulu.

“Ada lima kecamatan yang terendam banjir. Ketinggian air mencapai 1,5 meter. Banjir terjadi akibat hujan deras dan meluapnya Sungai Padang yang melintasi Kota Tebing Tinggi,” tambah Kalaksa BPBD Kota Tebingtinggi, Wahid Sitorus.

Wahid menuturkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tebingtinggi melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait dan bersama tim gabungan melakukan evakuasi korban.

“BPBD bersama tim gabungan telah mendirikan tenda pengungsi, pos kesehatan dan dapur umum. Sejumlah warga ada yang mengungsi dan sebagian lainnya memilih menetap di rumah mereka masing-masing,” jelasnya.

(Gomedan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI