oleh

BNN Pusat Ungkap Tempat Penyimpanan Ganja di Medan

banner 728x90

Go Medan – Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat berhasil mengungkap tempat penyimpanan narkoba jenis ganja di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Lokasi penyimpanan barang haram itu meliputi dua tempat berbeda, yakni di Jalan Flamboyan Raya Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan dan di Gudang Kapur Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.

Loading...

Deputi Pemberantasan Narkotika BNN RI, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, pengungkapan tempat penyimpanan narkoba jenis ganja tersebut terdapat lima orang tersangka yang ditangkap, dan 141 Kg barang bukti yang diamankan petugas.

“Tersangka bernama M. Amril, Zulfikar, Suwarti, Surya Agustami dan Salamudin. Untuk Suwarti ini, ia seorang wanita yang tak lain istri Zulfikar. Kelima tersangka ini ditemukan barang bukti sebanyak 141 Kg narkoba jenis ganja,” kata Irjen Pol Arman Depari kepada awak media, Jumat (13 November 2020).

Dijelaskan, penangkapan tersangka bermula dari informasi dari masyarakat yang dipercaya. Infomasi tersebut bahwa ada pengedar narkoba dari Provinsi Aceh yang dibawa ke Kota Medan.

Dari penyelidikan, petugas BNN RI melakukan penangkapan terhadap M. Amril pada saat mengendarai sepeda motor di daerah Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

Saat ditangkap M. Amril ditemukan barang bukti sebanyak 5 Kg narkoba jenis ganja. Saat diperiksa, tersangka mengakui bahwa masih ada barang haram tersebut yang disimpan di dalam tanah. Dari infomasi tersebut petugas langsung bergegas melakukan penyelidikan di tempat yang dimaksud,” ucap Arman.

Keberhasilan penyelidikan terakhir petugas, lanjut Irjen Pol Arman Depari mengatakan, petugas BNN berhasil menyita barang bukti sebanyak 136 Kg narkoba jenis ganja yang ditanam di dalam tanah.

“Ditemukan disitu barang bukti 136 Kg. Jumlah Narkoba jenis ganja yang ditangkap petugas sebanyak 141 Kg. Kita sudah selamatkan anak bangsa dari narkoba lebih 1 juta orang,” ucapnya.

Irjen Pol Arman Depari menambahkan di Wilayah Sumatera Utara yang paling rawan peredaran Narkoba. Dimana, kata Jenderal polisi bintang dua ini, pihaknya akan melakukan pemberantasan lokasi atau titik-titik peredaran narkoba tersebut di Sumatera Utara.

“Sudah kami ketahui dimana saja titik-titik peredaran narkoba di Sumatera Utara. Termasuk Sumut itu rawan peredaran Narkoba. Kami mohon dukungan dan informasi keberadaan yang merusak jiwa untuk masa depan kita ini agar diberitahukan kepada kami,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI