oleh

Kapolda Sumut: Dalam Menyampaikan Aspirasinya, Pendemo Harus Mengikuti Aturan dan Undang-Undang yang Berlaku

-Warta-16 views
banner 728x90

Teks Foto: Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin.

Go Medan – Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin mempersilakan masyarakat untuk berunjuk rasa menyampaikan aspirasinya terhadap kinerja pemerintah. Menurutnya, setiap masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah dan dilindungi oleh negara.

Loading...

Akan tetapi, dalam menyampaikan aspirasinya, masyarakat terkhusus pendemo harus mengikuti aturan dan undang-undang yang berlaku.

“Setiap warga negara berhak dengan bebas menyampaikan pendapat di muka umum, siapapun itu dijamin konsitusi.

Namun yang kami himbau, semua yang melaksanakan haknya, mematuhi undang-undang, karena itu tempat publik,” kata Irjen Pol Martuani Sormin, usai mengikuti rapat bersama dengan Gubernur Sumatera, Utara Edy Rahmayadi, di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Kota Medan, Senin (12/10/2020).

Martuani mengatakan, dalam mengamankan unjuk rasa Polri memiliki tugas, yaitu menjamin keselamatan masyarakat dan pendemo itu sendiri. Jika unjuk rasa berujung pengrusakan dan mengganggu ketertiban umum, maka Polri akan mengambil tindakan yang tegas.

“Tugasnya Polri, adalah menjamin semua orang, dalam melaksanakan haknya juga memiliki kewajiban, menjaga ketertiban, menjaga hak orang lain. Ketika ini terganggu kami akan tindak,” ucapnya.

Kemudian, ia menjelaskan, dari unjuk rasa pekan lalu, Polda Sumut sudah mengidentifikasi oknum-oknum yang dengan sengaja menunggangi demo UU Cipta Kerja, demi kepentingan pribadi.

Pihaknya akan segera menginformasikan kepada publik, bahwa kerusuhan yang terjadi pekan lalu, murni bukan dilakukan oleh buruh atau mahasiswa.

“Kita sudah tangkap, mohon waktu, kami akan ungkap orang ini,” sebutnya.

Berdasarkan informasinya, Polda Sumut sudah mengamankan beberapa tersangka dalam kasus kerusuhan unjuk rasa pekan lalu, di DPRD Sumut dan beberapa lokasi lainnya.

Kemudian, sebagian tersangka lainnya yang diamankan karena menyebarkan informasi kebohongan terkait UU Cipta Kerja melalui media elektronik.

“Sampai dengan saat ini, ada beberapa tersangka. Dan tadi pagi diamankan 2 (dua) orang lagi, dalam ujaran kebencian UU ITE, dan merencanakan membuat Kota Medan rusuh,” jelas Jenderal polisi bintang dua.

(Toni Go Medan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI