oleh

Rosmiati Beru Surbakti Minta Kasus Kematian Anaknya Cokna Diusut Tuntas

-KRIMUM-5 views
banner 728x90

D.SERDANG (Go Medan) – Keluarga Almarhum Abdi Sanjaya Ginting alias Cokna (28) yang diduga menjadi penganiayaan oknum polisi, meminta agar kasus itu diusut tuntas. Meski Cokna sudah meninggal, namun keluarga ingin mendapatkan kejelasan kasus tersebut.

Hal itu dikatakan Rosmiati Beru Surbakti ibu kandung Cokna kepada awak media ketika ditemui di kediamannya di Jalan Deli Tua, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Jumat (18/09/2020).

Loading...

Rosmiati mengaku terkejut. Pasalnya sebelum anaknya diketahui tewas, Cokna dalam keadaan sehat dan tidak sakit.

“Selama 28 tahun semasa hidupnya begitu sehat tidak memiliki gangguan dan keluhan apapun, tapi kok tiba-tiba dari pemberitaan beberapa media Bapak Kapolresta Deli Serdang mengatakan anak saya Cokna meninggal di karena memiliki penyakit bawaan, kenapa pak Kapolres yang lebih tau daripada saya ibu kandungnya,” beber Rosmiati.

Dikatakan Rosmiati, saya tidak terima dan merasa janggal atas kematian anak saya, bagi kami apa yang dialami anak kami ini sadis dan biadab.

Menurut Rosmiati, pimpinan Polresta Deli Serdang seakan-akan ingin melindungi, dan menutup-nutupi serta membela tindakan anak buahnya yang kejam. Kami sangat geram melihat pernyataan Kapolres Deli Serdang tersebut, yang mengatakan anak saya (Cokna-red) meninggal karena penyakit bawaan.

“Padahal kenyataannya, yang terjadi pada anak kami sangat tak berprikemanusiaan, dengan membuat disekujur tubuhnya terdapat luka lebam dan memar serta mulutnya terdapat darah hingga anak kami tewas tak bernyawa lagi,” bebernya.

Lanjut dikatakannya, kami meminta keadilan dan pertanggungjawaban, sekalipun anak saya bersalah karena dituduh atau diduga terlibat kejahatan narkoba, apakah pantas dilakukan penganiayaan, dengan cara memukul menyiksa, menendang sampai babak belur, hingga anak saya mati.

“Atau jangan-jangan jangan anak saya sengaja dibunuh guna memutus mata rantai jaringan karena diduga banyaknya keterlibatan oknum-oknum aparat,” ujarnya.

Atas kejadian yang dialami anaknya, Rosmiati meminta dan memohon kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara untuk segera menindaklanjuti laporan pengaduan atas meninggalnya anak kandungnya.

“Saya sebagai orang tua dari Abdi Sanjaya Ginting alias Cokna, meminta Bapak Kapoldasu Irjen Martuani Sormin segera menangkap dan menindak tegas para oknum yang diduga telah melakukan kekerasan terhadap anak saya agar dihukum seberat-beratnya,” pintanya.

Atas kejadian ini, pihak keluarga telah membuat laporan ke SPKT Polda Sumut, Jumat (11/09/2020) sekira pukul 22.50 WIB dengan terlapor 4 orang tak dikenal (OTK).

Sementara itu, Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi saat dikonfirmasi awak media, Jumat (18/09/2020) melalui via telepon mengaku bahwa dirinya belum mengetahui kepastian penyebab kematian Cokna, pasalnya hasil Visum dari Rumah sakit belum diterima pihaknya.

Selain itu, Yemi juga membantah perihal keterangan yang menyatakan Cokna Mati karena sakit bawaan.

“Oh tidak ada, kita kan bukan ahlinya, harus ditentukan oleh ahlinya, kalau untuk menyatakan dia mati karena apa,” pungkas Yemi.

Sebelumnya diketahui Abdi Sanjaya Ginting alias Cokna (28) diamankan Satres Narkoba Polresta Deli Serdang setelah rekannya berinisial THF alias Bolon ditangkap terlebih dahulu pada Kamis, 10 September 2020.

Atas penangkapan THF, kepolisian melakukan pengembangan dan keesokan harinya, Cokna ditangkap dengan barang bukti satu paket sabu seberat 113 gram di kantong depan sebelah kanan dan satu unit HP merk Vivo.

Namun, setelah ditangkap, Cokna kejang-kejang dan lemas. Selanjutnya, petugas membawanya ke Rumah Sakit. Setelah beberapa saat, Cokna meninggal dunia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI