oleh

Dimasa Pandemi Covid 19, BNNP Sumut Berhasil Ungkap 8 Ton Ganja

-BNNP-9 views
banner 728x90

MADINA (Go Medan) – Dimasa Pandemi Covid-19, Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) berhasil mengungkap sebanyak 8 Ton Narkoba jenis Ganja di Perbukitan Tor Sihite, Desa Banjar Lancat, Kec. Panyabungan Timur, Kab. Mandailing Natal.

Loading...

Pengungkapan tersebut dalam rangka untuk menekan peredaran gelap narkotika khususnya narkotika alami (ganja) di Wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Selanjutnya BNNP Sumut bersama dengan BNNK Madina, Kodim 0212 Tapsel, Polres Madina melaksanakan operasi gabungan pemusnahan ladang Ganja yang dilaksanakan pada tanggal 09 s/d 10 Juni 2020 yang langsung dipimpin oleh Kepala BNNP Sumut, Brigjend Pol Drs Atrial, SH dan diikuti oleh Kabid Pemberantasan BNNP Sumut, Kombes Pol Sempana Sitepu, S.H., M.H., serta Ka BNNK Mandailing Natal, AKBP Ramlan, S.H., M.H.

Dimana kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil penyelidikan yang dilaksanakan sebelumnya oleh tim pemberantasan BNNP Sumatera Utara dan BNNK Mandailing Natal.

Dari hasil penyelidikan tersebut didapat 3 TKP lahan ganja yang berhasil dimusnahkan yaitu menemukan ladang ganja di 4 titik yaitu:

– Gunung Tujuh Desa Banjar Lancat, Kec. Penyabungan Timur dengan luas kurang lebih 4 hektar dengan jumlah Pohon lebih kurang 4.000 Batang atau seberat lebih kurang 4 ton.

– Tor Sihite Desa Banjar Lancat dengan luas kurang lebih 2 hektar dengan jumlah Pohon 2.000 batang atau seberat lebih kurang 2 ton.

– Desa Suroboyan, Kec. Penyabungan Timur ada 2 Titik yang masing- masing  luasnya kurang lebih 1 Hektar (2 Hektar) dengan jumlah Pohon lebih kurang 2000 Batang atau berat lebih kurang 2 ton.

Dengan Hasil ladang ganja yang berhasil dimusnahkan dari 3 TKP (4 Titik) seluas 8 Hektar, dengan jumlah lebih kurang 8000 Batang dengan jumlah lebih kurang 8 Ton Daun Ganja basah.

Menurut keterangan Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Drs Atrial, SH mengatakan, bahwa dengan adanya  operasi pemusnahan ladang ganja, diharapkan peredaran gelap narkotika khususnya ganja dapat diminimalisir khususnya di wilayah Kabupaten Mandailing Natal, dan dengan kegiatan ini juga diharapkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkotika khususnya para penanam ganja sadar bahwa usaha tanam ganja merupakan tindakan ilegal dan mau mengalihkan jenis tanamannya ke tanaman holticultura, sehingga predikat Kabupaten Mandailing Natal sebagai penghasil ganja nomor 2 di Indonesia dapat dihilangkan,” jelas Jenderal bintang satu.

Selama berlangsung hingga selesai pelaksanaan pemusnahan ladang ganja berjalan dengan tertib dan lancar.

(Toni Go Medan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI