oleh

Muhammad Rizky Layangkan Permohonan Cerai Talak Istri Pertama

-SIDANG-43 views

Teks Gambar: Kantor Pengadilan Agama Kelas I B, Jalan Mahoni, Nomor 3, Kab. Deli Serdang. (GM)

 

 

Go Medan

Merasa tidak beretikad baik,  Muhammad Rizky melayangkan surat permohonan cerai talak kepada istri pertama, Ikradina Hasibuan ke Pengadilan Agama Kelas I B, Jalan Mahoni, Nomor 3, Kab. Deli Serdang, Rabu (10/07/2019).

Adapun dalil-dalil dan alasan dalam pengajuan cerai talak terhadap istri pertama selaku termohon, Ikradina Hasibuan (26) penduduk Jalan Komplek Abdul Hamid Nst, Nomor H 36A, Desa Lalang, Kec. Sunggal, Kab. Deli Serdang ini antara lain: Bahwa pada tanggal 09 Maret 2013, pemohon, Muhammad Rizky (25) warga Jalan Sei Mencirim, Gang. Kampung Banten, Dusun VII, Desa Sei Mencirim, Kec. Kutalimbaru, Kab. Deli Serdang dengan termohon, Ikradina Hasibuan melangsungkan pernikahan yang dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan Sunggal sesuai dengan Duplikat Kutipan Akta Nikah Nomor: 379/64/III/2013 tanggal 09 Juli 2019.

Bahwa setelah pernikahan tersebut pemohon dengan termohon tinggal bersama di rumah orangtua termohon di Desa Lalang, sebagaimana alamat termohon diatas serta telah dikaruniai satu (1) orang anak bernama Rizky As Syifa (6).

Bahwa semula rumah tangga pemohon dengan termohon rukun dan harmonis, namun sejak akhir tahun 2013 antara pemohon dan termohon terus menerus terjadi perselihan dan pertengkaran dan tidak ada harapaan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.

Bahwa penyebab perselisihan dan pertengkaran tersebut karena termohon tidak mau diajak pindah rumah dan Orangtua termohon juga tidak mengizinkan jika pemohon dan termohon pindah rumah.

Bahwa puncak perselisihan dan pertengkaran terjadi pada tanggal 03 Desember 2013 disebabkan pemohon ingin membawa termohon pindah ke rumah yang telah dibuat oleh Orangtua pemohon untuk pemohon dan termohon namun orangtua termohon tidak memberikan izin.

Bahwa sejak tanggal 03 Desember 2013 pemohon dan termohon tidak tinggal lagi bersama karena orangtua termohon mengusir pemohon dari rumah sehingga pemohon pulang ke rumah orangtua pemohon sedangkan termohon tetap tinggal di rumah orangtua termohon.

Bahwa pihak keluarga telah berusaha memberi nasehat akan tetapi tidak berhasil karena pemohon tetap pada prinsip untuk bercerai karena termohon sudah tidak mempunyai etikad baik lagi untuk menjalankan kehidupan rumah tangga.

Oleh karena itu, pemohon Muhammad Rizky berharap agar Ketua Pengadilan Agama Lubuk Pakam berkenan mengabulkan permohonan pemohon.

” Td pagi smpai siang rizky d kntor pngadilan agama pakam bg. Ngurus surat cerai. N tgl 23 Juli 2019, pagi sidang pertama ny bg di PA Lubuk Pakam,” ucap Rizky.

Ikradina Hasibuan sebelumnya pernah melaporkan pemohon ke Mako Polsek Sunggal sebagaimana yang tertuang dalam surat laporan Nomor LP/549/III/2014/SPKT POLSEK SUNGGAL tanggal 12 Maret 2014 tentang tindak pidana melantarkan orang lain dalam lingkungan keluarga atas laporan Pasal 49 dari UU RI nomor 23 Tahun 2004, Tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan tentang penelantaran anak namun hal itu dibantah oleh Rizky.

Merasa terlapor Ikradina Hasibuan tidak menjalankan kewajibannya sebagai istri, pelapor Muhammad Rizky kemudian melangsungkan pernikahan terhadap istri keduanya, Dewi pada tanggal 24 Mei 2017 di Kantor Urusan Agama (KUA) Sunggal dan dikaruniai satu anak perempuan.

Kemudian istri pertama kembali lagi melaporkan suaminya, Muhammad Rizky ke Polrestabes Medan tentang Kawin halangan, Pasal 279 KUHPidana namun pelapor memberikan alasan atas hal itu.

(GM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI