oleh

Pelapor Desak Terlapor Untuk Penuhi Permintaan Dana Biaya Anak

-KRIMUM-2 views

Go Medan

Sampai hari ini, pelapor istri pertama, Ikradina Hasibuan (25) mendesak suaminya M. Rizky (24) untuk memenuhi permintaan sejumlah dana untuk biaya anak simatawayangnya sebagai tanda perdamaian.

” Hari Senin (13-05-2019), Dina ada sms aku dia mendesak agar aku penuhi permintaannya memberikan dana sebesar Rp.36 juta, katanya untuk biaya anakku, Syifa jika mau berdamai,” ungkap Rizky kepada media, Rabu (15-05-2019).

Kata Dina, lanjut Risky menirukan ucapannya, jika tidak memenuhi permintaannya, ia akan melanjutkan surat pengaduannya di Sat Reskrim Polretabes Medan hingga ke Persidangan.

” Dina bilang, kalau enggak dipenuhi dana Rp. 36 juta yang ia minta, dia akan melanjutkan laporannya ke Persidangan,” ucap Rizky.

Sementara kata Rizky, dirinya sebelumnya telah bermohon jika ia tidak menyanggupi dana yang diminta istri pertamanya tersebut dikarenakan tidak berpenghasilan tetap.

” Hari Senin (13-05-2019) itu, Aku, ayah dan bang Junaidi udah pergi ke rumah mertua di Jalan Komplek Abdul Hamid, Nst, Desa Kampung Lalang, Kec. Sunggal DS untuk memberitahukan kepada Dina bahwa aku sanggupnya kasih Rp.5 juta untuk damai biaya anakku tapi Dina dan Ibu mertua, Deliaty Lubis enggak terima lantaran tidak ada kesepakatan kamipun pulang,” sebut Rizky.

Lanjut Rizky berkata, dengan nada tinggi, istri pertama dan mertuanya tetap bersikeras meminta dana yang diinginkan mereka sebelumnya.

” Kalau tidak Rp.36 juta, Dina dan Ibu mertua gak mau damai, padahal udah aku kasih tau karena tidak berpenghasilan yang tetap makanya aku kasih segitu, itupun hasil penjaman sana sini akan tetapi dia tetap ngotot mencak-mencak dengan nada tinggi gak mau terima,” ucapnya.

Terkait laporan Dina, Rizky menduga adanya peranan penyidik terhadap istri pertamanya seolah mendesak dan mengancam akan melanjutkan pengaduannya di Mako Sat Reskrim Polrestabes Medan tentang laporan kawin halangan sampai ke ranah persidangan dikarenakan istri pertama selalu mengaitkan laporannya dengan menyebut-nyebut nama penyidik.

”Kt kk fany aj kalau keln gag bz penuhi yg aku mntak dy surh buat lnjutkn aj,” tambah Dina lagi menirukan ucapan penyidik unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Medan bernama lengkap Bripda Fanny Dwi Sandy.

500 perbulan dr umur sebulan smpk 6 taon (Total Rp. 36 Juta),” ucap istri pertama.

“Tau kan km hukumn na buat klen 5 taon d pnjra law aku gag pny ht kmrn keln dtg gag aku trma,” kata istri pertama yang akrab disapa Dina.

Y dah keln prtngung jwb kn lh smw n ap pn crta na gak akn ad lg kt damai buat keln kdpan na,” tambahnya.

Sebelumnya ketika dikonfirmasi awak media kepada penyidik unit PPA Sat Reskrim Polresta Medan, Bripda Fanny Dwi Sandy, Senin (14/05/2019) mengatakan,

”Selamat malam pak. Mengenai perkembangan tindak lanjut thd laporan tersebut telah saya tuangkan ke dalam SP2HP. Apabila ada informasi yg ingin ditanyakan pelapor ,silahkan datang ke kantor untuk koordinasi dengan penyidik agar beritanya tidak simpang siur. Trimakasih,” terangnya.

Dilaporkan Istri Pertama Kawin Halangan, Ini Alasan Rizky

M. Rizky membantah surat pengaduan istri pertama, Dina yang melaporkan dirinya ke Mako Sat Reskrim Polrestabes Medan, Jalan HM. Said No.1, Medan, tentang laporan Perkawinan Halangan, Pasal 279 KUHPidana.

Menurut keterangan Rizky, setelah empat tahun berlalu pisah ranjang dari mulai 2013 s/d 2017 dengan Dina, dirinya sempat mencoba menghubungi nomor ponsel istrinya itu untuk memberitahukan rencana  pernikahannya dengan istri kedua, Rusmala Dewi namun tidak mendapat respon.

”Aku hubngi (Dina-Red) mllui tlfon untuk memberitahukan akan menikah lagi dengan Dewi tapi gk ad respon n kbar,” ucapnya.

Upaya demi upaya telah dilakukan untuk memberitahukan kepada Dina namun tak membuahkan hasil, hingga akhirnya Rizky memutuskan menikah dengan istri kedua, Rusmala Dewi (24) dan dikaruniai satu anak perempuan.

”Kami nikah tgl 24 mei 2017….n d karuniai 1 anak,” terangnya sembari menambahkan, bahwa istrinya Dina sudah bertunangan dengan pria lain dan mereka akan menikah setelah lebaran ini,” cetus Rizky menambahkan bahwa masalah pengajuan gugatan cerai terhalang dikarenakan surat nikah sama istri pertama usai pengusiran mertua laki-laki.

Sebelumnya pada tahun 2014, Rizky pernah juga dilaporkan istri pertama, Dina ke Mako Polsek Sunggal tentang menelantarkan anak simatawayang tapi Rizky kembali membantah.

”Tak benar itu, sampai hari ini aku tetap menafkahi anak simatawayangku, Syifa. Dulu aku kasih 300 ribu tiap bulan. Ttp ksh cuman sekitar 5 tw 6 bln gt karena kondisi belum dapat kerja,” bebernya.

Rizky menceritakan, awal retaknya bahtera rumah tangga dirinya dengan istri pertamanya, Dina disebabkan dugaan adanya campur tangan mertua dan hubungannya dengan pria lain.

”Sejak tinggal di rumah mertua, ibu mertua prempuan, pernah ambil uang tabunganku Rp.500 ribu tnpa spngetahuanku, padahal uang tabungan bwt ankku,” keluhnya kemudian baru mertua katakan dengan istri bhwa tlah ambil uang simpananku, kemudian tahun 2014, istri pertama ku photo berdua dengan pria lain di akun facebooknya dan tahun 2017 sampai 2019, photo berduanya juga ada tapi dengan pria yang bukan sebelumnya,” cetus Rizky.

Tanpa alasan yang jelas, Rizky yang sebelumnya tinggal bersama Dina dan bayi perempuannya (Syifa-Red) yang seketika itu masih berusia satu bulan di rumah mertuanya itu tiba-tiba diusir oleh mertua laki-laki, Syrifuddin Hasibuan pada tahun 2013 tanpa ada pembelaan dari istri pertamanya tersebut.

Merasa tak bersalah dan kesal hati kemudian Rizky memutuskan untuk pulang ke rumah orangtuanya di Dusun VII, Kampung Banten, Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru sementara istrinya Dina dan balitanya tinggal di rumah mertua.

Kemudian setahun berlalu usai pengusiran dirinya tahun 2013, lalu Rizky mendapat panggilan dari penyidik unit PPA Polsek Sunggal, Bripka Siti Fauziah Nasution sebagaimana yang tertuang dalam surat laporan Nomor LP/549/III/2014/SPKT POLSEK SUNGGAL tanggal 12 Maret 2014 tentang tindak pidana melantarkan orang lain dalam lingkungan keluarga atas laporan Pasal 49  dari UU RI nomor 23 Tahun 2004, Tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga yang dilaporkan oleh istri pertamanya, Dina.

”Krna hak ku kn gk ad d penuhi istri…..mlh d laporkan….trus d polsek d caci maki aku ma ibu mertua perempuan,” sebutnya saat bertemu keduanya di Polsek Sunggal untuk menghadiri panggilan pertama penyidik pada tanggal 25 Maret 2014 pukul 10:00 WIB.

Kemudian, lanjut Rizky berkata, ia juga sangat menyayangkan perlakuan istri pertamanya, Dina terhadap dirinya.

“Trus dina pernah menampar sya wktu d kerjaan brsma preman dan Trus mw pulg absen krja aku gk d ksh, tkut larikn diri, lalu aku d bw d dapn prima center n d emop2 ma mreka,” keluhnya.

Rizky menambahkan, saat dirinya datang untuk memberikan nafkah, ia mendengar kabar mertua laki-lakinya meninggal dunia pada tahun 2017 akibat sakit keras.

Singkat cerita, merasa tak senang lagi, Dina lalu melaporkan kembali Rizky empat tahun kemudian ke Mako Sat Reskrim Polrestabes Medan dalam kasus barang siapa yang kawin sedang diketahuinya bahwa perkawinannya yang sudah ada menjadi halangan di kantor urusan agama, Jalan Sei Mencirim, Dusun III Payageli, Kec. Sunggal.

”Setelah itu saya dilaporkan lagi sama Dina ke Polrestabes Medan tentang Pasal 279 tentang Perkawinan halangan dan diketahui dari Surat panggilan Laporan Polisi Nomor: LP/1637/K/VIII/2017/SPKT/Restabes Medan, tanggal 16 Agustus 2017 yang ditangani oleh penyidik pembantu atas nama Bripda Fanny Dwi Sandy,” bebernya.

Lanjut Rizky, meskipun demikian saya tetap memenuhi surat panggilan pertama penyidik itu dan membantah keterangan pelapor istri pertama.

”Semalam, Kamis (09/05/2019) saya menghadiri panggilan pertama di unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Medan, dihadapan bu Fanny saya tetap membantah laporan Dina,” jelasnya sembari menambahkan yang dilaporkan kawin halangan tapi ujungnya Dina minta biaya anak sebesar Rp. 36 Juta menduga untuk biaya nikahnya sama pria lain usai lebaran ini karena kabar yang saya dengar dia udah tunangan sebelumnya,” terang Rizky.

(GM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI