banner 468x60

Kodam IV/Diponegoro Gelar Latihan Pengamanan Pemilu Legislatif dan Presiden TA. 2019

 PENDAM IV/DIPONEGORO
banner 468x60

SEMARANG (Go Medan)

Kodam IV/Diponegoro menggelar latihan pengamanan Pemilu Legislatif dan Presiden TA. 2019 secara serentak yang digelar seluruh Korem jajaran Kodam IV/Diponegoro dan Kodim 0733-BS/Semarang.

Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Latihan pengamanan Pemilu secara serentak yang dilaksanakan mulai Januari hingga Februari 2019, diikuti oleh Pasukan gabungan dari Satuan Jajaran Kodam IV/Diponegoro yang diawali dengan apel kesiapan pelaksanan latihan di masing-masing wilayah, Rabu (30-01-2019).

Adapun materi yang dilatihkan diantaranya, penanggulangan kerusuhan massa, penanggulangan konflik sosial dan pengamanan objek vital seperti kantor pemerintahan, PLN, Telkom, Pertamina, PDAM, dan lainnya. Latihan ini selain diisi dengan materi ceramah juga dilanjutkan dengan drill teknis, drill taktis dan drill tempur.

Latihan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran bagaimana prosedur dan mekanisme yang harus dilakukan, sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengamanan Pemilu sehinga dapat berjalan tertib, lancar, aman dan sukses. Kodam IV/Diponegoro sudah menyiapkan sedikitnya 13.000 prajurit dan bila perlu akan ditambah sesuai dengan permintaan pihak Kepolisian. Semua akan terlibat, mulai dari unsur pimpinan hingga prajurit terendah.

Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Efendi, S.E., M.M., menyampaikan, bahwa latihan pengamanan Pemilu memiliki arti yang penting karena Kodam IV/Diponegoro beserta satuan jajarannya juga dituntut senantiasa memiliki kesiapsiagaan dan kecepatan bergerak untuk mem-backup Polri khususnya Polda Jateng dan DIY, dalam rangka mensukseskan pesta demokrasi 2019 yang aman dan damai.

Dijelaskan, upaya untuk mensukseskan pelaksanaan perbantuan TNI kepada Polri dalam pengamanan Pemilu tidak bisa dicapai secara instan. Maka untuk mencapai keberhasilan, diperlukan sosialisasi dari masing-masing pihak tentang aturan yang berlaku, mekanisme perbantuan, prosedur pengamanan dan penyamaan persepsi tentang tujuan perbantuan untuk mencapai keterampilan yang tinggi dan kemampuan interoperability.

“ TNI dan Polri harus mampu menunjukan komitmen yang kuat dalam membangun dan mewujudkan sinergitas, sehingga keamanan dan keutuhan NKRI tetap terjaga,” kata Orang nomor satu di Kodam IV.

Melalui latihan ini, Mayjen TNI Mochamad Efendi, S.E., M.M., menyampaikan harapannya, agar seluruh unsur pimpinan mengerti apa yang harus diperbuat sehingga tidak menyalahi aturan yang ada.

Hal ini penting agar dalam pelaksanaan pengamanan, terjadi sinkronisasi dan saling memahami tugas masing-masing sehingga tidak terjadi benturan antar sesama aparat di lapangan.

Begitu pentingnya peran TNI dalam pengamanan maka Pangdam menekankan kepada seluruh prajurit untuk tetap menjaga Netralitas TNI dalam menghadapi Pemilu tahun 2019. Hal ini mengingat netralitas salah satu kunci yang akan menentukan keberhasilan Pemilu khususnya di bidang pengamanan.

Dengan pelaksanaan Latihan Pengamanan Pemilu, Pangdam menyampaikan beberapa penekanan yang harus dipedomani dan dilakanakan antara lain, selalu pegang teguh komitmen Netralitas TNI dalam Pemilu 2019.

Ciptakan realisme dalam latihan, sehingga peserta dapat memahami teknik, prosedur dan mekanisme serta sistem komando, kendali, komunikasi serta informasi pengamanan Pemilu 2019.

Tak hanya itu, Pangdam juga menekankan kepada para prajurit untuk melaksanakan koordinasi dan kerjasama yang baik dengan seluruh unsur terkait diwilayah masing-masing, sehingga dapat terwujud sinergitas antar instansi dalam pengamanan Pemilu 2019.

Ikuti latihan ini dengan sungguh-sungguh da.n penuh rasa tanggung jawab sesuai mekanisme yang telah ditentukan.

(Pendam IV/Diponegoro, Sukamto)

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan