banner 468x60

Gagalkan Aksi Pelaku Pencurian, Babinsa Koramil 05/MB Bukan Dapat Pujian Malah Dijadikan Tersangka

 HANKAM
banner 468x60

Teks. Gambar: Laporan Serda Sahata Sijabat di Mapolsek Sunggal. (GM)

 

Go Medan

Seorang Babinsa Koramil 05/MB, Serda Sahata Sijabat (41) yang sebelumnya berhasil menggagalkan aksi pelaku pencurian di rumahnya tampaknya bernasib sial, anehnya upaya yang dilakukan bukan mendapat pujian malah berujung dijadikan tersangka dan disidangkan di Mahkamah Militer (Mahmil).

Ironisnya lagi, Prajurit TNI Kodim 0201/BS jajaran ini malah menyerahkan sejumlah uang perdamaian kepada oknum pria mengaku honorer bertugas di Mahmil agar tidak disidangkan akan tetapi kenyataannya kasus ini malah memberatkan Sahata sehingga dirinya divonis 3 bulan kurungan penjara.

Merasa dizholimi dan tidak ada keadilan memihaknya lantas Sahata pun menemui sejumlah awak media mengadukan permasalahan tersebut agar kasus menimpa dirinya digelar ulang kembali disaksikan para awak media dan petinggi Kodam I/BB untuk meninjau kembali kasus tersebut.

” Saya sangat bermohon agar Bapak Pangdam I/BB, Mayjen TNI M.S Fadhilah dapat membantu saya. Tolonglah bapak Panglima saya prajurit yang terzholimi, saya korban, saya yang tangkap pelaku, malah saya dijadikan tersangka dan hilang lagi uang saya Rp. 15 Juta diambil oknum honorer Mahmil, saya berharap kasus ini kembali digelar,” keluh Sahata kepada sejumlah awak media, Minggu (06 Januari 2019) malam.

Sahala menyebutkan, setelah uang diserahkan kasus tetap lanjut dan ia sempat meminta kembali kepada oknum honorer Mahmil berinitial Sp malah oknum tersebut mengatakan dananya sama anggota Kumdam I/BB, ditanya ke anggota Kumdam malah dibalikan lagi ke Sp.

” Uang gak ada samaku, sama orang Kumdam itu, lantas saya datangi ke anggota Kumdam malah anggota Kumdam katakan dana sama SP,” ucap Sijabat menirukan perkataan kedua oknum tersebut.

Diceritakan Sahata, kejadian berawal Sabtu (02 Desember 2017) sekira pukul 03:30 WIB di kediamannya Jalan Geminas Titibarat K-316 Asrama Kodam I/BB, Kel. Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kodya Medan, Sumut dibobol maling masuk melalui jendela dan langsung ke kamarnya mengambil satu unit Laptop Merk Acer dan dua (2) unit Handphone Merk Samsung dengan total kerugian Rp. 9.000.000.

Merasa dirugikan lantas Sahata keesokan harinya melaporkan kasus tersebut ke Mako Polsek Sunggal dengan terlapor Denis Cs sebagaimana yang tertuang dalam  Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor: STTLP/1180 /K/XII/SPKT Polsek Sunggal.

” Karena para pelaku (Denis CS) tidak dapat juga kemudian saya mendatangi pihak Grafari Telkomsel untuk memblokir nomor HP saya yang dicuri itu, namun pihak Grafari mencoba menghubungi nomor saya itu ternyata masih aktif dan saya pun pulang mengatur rencana untuk memancing pelaku,” tambah Sahat.

Selanjutnya, kata Sahata, dirinya mendapat ide untuk memancing pelaku dengan menggunakan seorang teman wanitanya, mengajak kenalan untuk bertemu. Ternyata, pelaku terpancing dan mengajak ketemu di kawasan Titi Bobrok Sunggal dengan wanita suruhannya.

Saat tiba waktu yang dijanjikan, Sahata mengajak rekannya anggota TNI yang ketika itu menggunakan pakaian dinas loreng dan sepeda motor dinas untuk membantunya menyergap kawanan pelaku.

Namun, saat para pelaku muncul di lokasi yang disepakati ternyata kedua pelaku mengetahui keberadaan Sahata dan langsung kabur sehingga terjadi aksi kejar-kejaran hingga masyarakat pun turut mengejar para pelaku dan akhirnya kedua pelaku terjebak palang di Komplek Taman Setia Budi Indah. Melihat sudah terjebak lantas pelaku yang dibonceng langsung kabur sementara rekan pelaku Denis ketangkap sehingga sempat diamuk massa.

” Saya malah membantu rekan pelaku (Denis) itu agar tidak dimassa dan langsung amuk massa redam saya boyong ke Polsek Sunggal,” sebut Sahata.

Namun, lanjut Sahata, sesampainya di Polsek Sunggal yang berada di Jalan TB. Simatupang, Medan, pelaku Denis malah dilepas dengan alasan dia tidak terlibat pencurian dirumahnya dan malah melaporkan dirinya ke Kantor Polisi Militer (PM).

Beberapa hari kemudian pelaku Utama pun yang belum saya ketahui namanya ditangkap dan diserahkan ke Polsek Sunggal sampai keranah persidangan.

” Rekan pelaku (Denis) yang mengaku tidak terlibat malah melaporkan saya ke PM dan saya diperiksa hingga akhirnya disidangkan di Mahmil karena saya tidak mau panjang menyangkut terganggu dinas lantas perwakilan pelapor datang meminta uang Rp. 15 juta ke saya untuk perdamaian. Dana saya serahkan ke pria mengaku honorer Mahmil yang bisa redam kasus laporan saya itu sedangkan teman pelaku Denis yang saya belum tauh namanya diketahui sudah diproses sampai ke persidangan,” cetusnya.

Setelah uang sebesar Rp. 15 Juta diserahkan malah dirinya disidangkan dan divonis tiga bulan penjara.

” Saya ditangguhkan karena mau tahun baru, namun habis tahun baru ditahan,” paparnya.

(Medan, GM)

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan