oleh

Tingkatkan Kemampuan Kemiliteran, Prajurit Latihan Tembak Senjata Ringan

Teks Gambar: Para Prajurit Korem 022/Pantai Timur Saat Persiapan Latihan Menembak Senjata Ringan di Lapangan Tembak Makorem 022/Pantai Timur, Jalan Asahan, KM. 3,5 Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Kamis (06-12-2018). (GM/Penrem 022/PT)

 

SIMALUNGUN (Go Medan)

Dalam rangka meningkatkan kemampuan Prajurit dalam tehnis kemiliteran khususnya menembak senjara ringan.

Para Prajurit Korem 022/Pantai Timur menggelar latihan menembak senjata ringan di Lapangan tembak Makorem 022/Pantai Timur, Jalan Asahan, KM. 3,5 Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Kamis (06-12-2018).

Kegiatan latihan menembak ini diikuti oleh seluruh anggota prajurit Makorem 022/Pantai Timur beserta Disjan dengan menggunakan senjata laras panjang jenis M16 A1, jarak tembak 100 meter sikap tiarap.

Latihan menembak senjata ringan (Latbak Jatri) ini merupakan program kerja yang wajib dilaksanakan oleh seluruh prajurit, guna mengukur kemampuan prajurit, baik Perwira, Bintara, maupun Tamtama Korem 022/Pantai Timur dalam menembak senapan,” kata Komandan Kompi Markas Korem 022/Pantai Timur, Kapten Inf Binsar Panjaitan sebelum pelaksanaan menembak menjelaskan.

Menurut Kapten Inf Binsar Panjaitan yang juga sebagai Komandan Latihan mengatakan, karena setiap prajurit harus menguasai dasar-dasar ilmu kemiliteran termasuk menembak dan ini terus dilatihkan setiap saat, tidak ada alasan prajurit tidak bisa menembak. Namun dalam latihan tetap harus mengdepankan faktor keamanan dan keselamatan.

“ Latihan menembak dilaksanakan selama dua hari, dengan tujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan menembak senjata ringan tingkat perorangan bagi personel Korem 022/PT dan Disjan, minimal mencapai tingkat “mampu” pada materi tembak tepat Senapan,” paparnya.

Sedangkan menurut Mayor Inf Anjuanda Pardosi, bahwa pelaksanaan kegiatan ini sebagai salah satu bentuk pembinaan personel khususnya bidang latihan, beliau berharap melalui latihan yang terprogram, personel Korem 022/Pantai Timur dapat meningkatkan kemampuan menembaknya.

“ Selama pelaksanaan latihan menembak, prajurit yang menembak diawasi secara ketat oleh pimpinan penembakan (Pibak) dan pengawas lajur, apabila ada senjata yang mengalami gangguan prajurit yang melaksanakan menembak dilarang mengutak-atik senjatanya, cukup angkat tangan dan Tim peralatan dari Pal yang akan mengatasinya,” pungkas Waslat.

(Simalungun, GM/Penrem 022/PT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI