oleh

Laksanakan Giat Pemupukan Tanaman Jagung, Babinsa Koramil 01/Sunggal Beri Penjelasan

banner 728x90

Teks. Gambar: Babinsa Sertu K Daniel Sembiring Bersama Rekannya Sertu Imran Tarigan dan KUPT Saat Melaksanakan Kegaiatan Pendampingan Hanpangan Pemupukan Tanaman Jagung di Dusun 1, Desa Tanjung Salamat, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Kamis (18-10- 2018). (GM/Penrem 022/PT)

 

Loading...

 

D.SERDANG (Go Medan)

Sertu K Daniel Sembiring, Babinsa Koramil 01/Sunggal, bersama rekannya Sertu Imran Tarigan dan KUPT, Rina melaksanakan kegiatan pendampingan hanpangan pemupukan tanaman jagung milik anggota Kelompok Tani Karya saudara Maju Tarigan di Dusun 1, Desa Tanjung salamat, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang dengan luas lahan 4000 Meter, Kamis (18-10-2018).

Diketahui Jagung merupakan salah satu sumber karbohidrat yang biasa dikonsumsi oleh Masyarakat sebagai makanan pokok pengganti nasi. Selain itu, biasanya jagung dikonsumsi dengan cara diolah menjadi berbagai macam cemilan atau dinikmati dengan cara direbus dan dibakar. Tahukah Anda dibalik rasanya yang enak ternyata jagung mengandung berbagai macam manfaat untuk kesehatan. Jagung adalah salah satu jenis sayuran yang mengandung asam linoleat, asam fenolik, asam folat, vitamin, mineral, serat dan beta karoten,” ungkap Sertu K Daniel Sembiring.

Dengan rentang umur yang tak jauh berbeda, metode pemupukan yang diberikan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil panen jagung,” kata Babinsa Sunggal.

Ia berpendapat demikian, sebab mayoritas jagung yang dibudidayakan petani ditanam pada saat musim kemarau yang dimana kurang air. Ini membuat suplai nutrisi dari alam kurang mencukupi, sebab hara dari tumbuhan berkurang dan terjadi kurangnya pasokan air,” ungkap Sertu K Daniel Sembiring,

Menurutnya, jagung sebaiknya dipupuk pada masa sebelum tanam, umur 15 HST, dan 30 HST. Pupuk dasar di awal masa pemupukan berfungsi untuk menyiapkan nutrisi bagi tanaman pada fase awal pertumbuhan.

Pemupukan tanaman jagung ini berlangsung selama masa tanam. Babinsa pendamping sangat antusias memotivasi para petani untuk selalu memperhatikan kualitas dan kesehatan tanamannya.

” Saat berkecambah, jagung menggunakan nutrisi dari biji jagung. Setelah beberapa hari nutrisi dari biji akan habis dan akar mulai berfungsi mencari makanan. Disinilah terjadi proses adaptasi terhadap lingkungan yang biasanya diiringi dengan stres tanaman. Semakin lama stres pertumbuhan akan semakin terhambat. Untuk memperpendek fase stres ini, kebutuhan hara harus tercukupi,” jelas Babinsa.

(D.Serdang, GM/Penrem 022/PT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI