oleh

Kasdim 0204/DS Turut Hadiri Kunker Timsus Pangan RI ke Sei Rampah

banner 728x90

Teks. Gambar: Photo Bersama Timsus Pangan RI dan Pengawas Timsus Pangan RI, Staf Ahli Menteri Pertanian dengan Bupati Sergai Ir. H. Soekirman Didampingi Kadis Pertanian Sergai Syafrial Budi, SP, Kabag Perekonomian dan Pembangunan Drs. Benny Saragih, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provsu, Dr. Khadijah El Ramija, Kasdim 0204/DS, Mayor (Inf) Muhsin dan Perwakilan Bulog Divre Sumut di Ruang Rapat Bupati Sergai di Sei Rampah, Rabu (18-10-2018) Kemarin. (GM/Penrem 022/PT)

 

Loading...

SERGAI (Go Medan)

Dalam Kunjungan Kerja (Kunker) Tim khusus (Timsus) Pangan RI, Irjen (Pol) Eko Hadi Sutedjo yang didampingi Mayjen (TNI) Bambang Haryanto selaku Pengawas Timsus Pangan RI, Staf Ahli Menteri Pertanian, Dr. Sam Herodian disambut baik oleh Bupati Sergai, Ir. H. Soekirman didampingi Kadis Pertanian Sergai, Syafrial Budi, SP, Kabag Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Benny Saragih di Ruang rapat Bupati Sergai di Sei Rampah, Rabu (18-10-2018 ) kemarin.

Bupati Soekirman mengucapkan selamat datang dan menyampaikan sekilas tentang Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat. Disampaikannya bahwa saat ini tidak ada SPBU khusus Petani, dan yang ada hanya untuk Nelayan saja. Oleh karenanya, terkait visi Unggul, inovatif dan berkelanjutan Pemerintah daerah berkosentrasi mengurusi Petani agar memastikan dapat panen dengan sebaik-baiknya. Hal ini untuk menyoroti keadaan Koperasi Unit Desa (KUD) yang saat ini mati suri, padahal dahulu KUD menjadi mitra penting dari Bulog,” kata Bupati.

Sementara itu, Ketua Timsus Pangan RI, Irjen (Pol) Eko Hadi Sutedjo dalam sambutannya memaparkan, bahwa pihaknya sudah menganalisa kelemahan Bulog yang tidak ada fokus untuk menjadikan penggilingan menjadi mitra sehingga pasar bebas begitu saja tanpa ada kendali dari Bulog, dengan kondisi saat sulit, tidak ada regulasi yang membawa mereka untuk masuk ke Sergai.

“ Dimana-mana kemitraan itu dibangun dengan kuat sehingga dapat memilah para produsen-produsen yang hanya memikirkan kepentingan pribadi saja dan tinggal mendata saja bahwa jika bukan mitra maka akan lain pendekatannya,” tutur Eko Hadi Sutedjo.

Sedangkan menurut tanggapan Mayjen (TNI) Bambang Haryanto selaku Pengawas Timsus Pangan RI mengutarakan saat ini ada situasi rawan dalam konteks politik terkait masalah pangan. Diharapkan para petani dari hasil pertaniannya 10 persen dapat diserap Pemerintah melalui Bulog, namun faktanya khusus di Sumatera tidak bisa terserap 10 persen tersebut.

Kunjungan Timsus tersebut turut dihadiri oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provsu, Dr. Khadijah El Ramija, Kasdim 0204/DS, Mayor (Inf) Muhsin dan Perwakilan Bulog Divre Sumut.

(Sergai, GM/Penrem 022/PT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI