oleh

Prajurit Korem 023/KS Sibolga Ikuti Latihan Menembak Senjata Ringan

banner 728x90

Teks Gambar: Danrem 023/KS, Kol. Inf Mohammad Fadjar Photo Bersama Ratusan Prajurit Korem 023/KS Sibolga Usai Mengikuti Latbakjatri di Lapangan Tembak Labuhan Angin, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (09-10-2018). (GM/Penrem 023/KS)

 

Loading...

TAPTENG (Go Medan)

Ratusan Prajurit Korem 023/KS Sibolga mengikuti latihan menembak senjata ringan (Latbakjatri) di Lapangan Tembak Labuhan Angin, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (09-10-2018).

Adapun Prajurit yang mengikuti latihan menembak ini terdiri dari Para Kasi Korem 023/KS, para Kabak aju dan Kabalak Korem, para Perwira, Bintara dan Tamtama.

Selaku Perwira seksi latihan Korem 023/KS, Mayor Inf Napitupulu menjelaskan, tujuan dari latihan tersebut untuk menjaga dan meningkatkan kemampuan menembak Prajurit Korem 023/KS dan Dinasjan Sibolga, karena menembak merupakan kemampuan dasar yang sudah diberikan sejak pendidikan dan harus tetap dikuasai dan melekat pada diri prajurit,” ungkapnya.

Para prajurit dilatih menembak menggunakan senjata laras panjang dalam tiga sikap yaitu menembak tiarap, duduk dan berdiri. Untuk senapan laras panjang para prajurit diasah kemampuan menembaknya dari jarak 100 meter,” sebut Pasilat.

Pada kesempatan itu, Danrem 023/KS, Kol. Inf Mohammad Fadjar memberikan arahan kepada Prajurit cara menembak sehingga penembak mampu dalam sasaran satu kelompok, setelah tembak koreksi selesai dan hasil evaluasi sudah memadai, kemudian penembak dapat  mengaplikasikan pengetahuan tentang menembak.

Danrem juga menjelaskan menembak dengan sikap tiarap, usahakan sikap menembak yang seenaknya, dengan menempatkan dasar popor pada lekukan pundak kanan dan kedua siku ditanah, usahakan siku tangan kiri tepat di bawah senjata. Bersamaan dengan gerakan tersebut tempatkan pipi kanan di atas popor sehingga mata dapat melihat ujung pejera melalui pisir (membidik),” sebutnya.

” Bernafas dengan wajar pada waktu menembakkan senapannya, gerakan dadanya akan mengakibatkan senapan dan bidikannya bergoyang juga. Untuk menghilangkan hal ini, harus menarik nafas dan mengeluarkan sebagian nafasnya, kemudian menahan nafasnya selama beberapa detik untuk membidik dan menembakkan senjatanya,” papar Kolonel Fadjar kepada Prajurit.

Giat latihan menembak rencananya akan digelar selama 3 hari mulai 09 hingga 11 Oktober 2018.

(Tapteng, GM/Penrem 023/KS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI