oleh

Industri Mesin dan Alat Tenaga Listrik di Indonesia Tumbuh Berkembang

-KEMENPERIN-66 views
banner 728x90

Teks Gambar: Menperin, Airlangga Hartarto Bersama Presiden Divisi Power Grids ABB, Claudio Facchin dan Rekan Kerja Saat di Pabrik Panel Listrik Tegangan Tinggi – Gas Insulated Switchgear (GIS) PT. ABB Sakti Industri di Tangerang, Selasa (09-10-2018). (GM/Kemenperin)

 

Loading...

TANGERANG (Go Medan)

Seiring dengan meningkatnya permintaan di Pasar domestik, Industri mesin dan peralatan pendukung ketenagalistrikan di Indonesia semakin tumbuh berkembang.

Hal ini juga mendorong pengoptimalan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sehingga dapat mensubstitusi produk impor.

Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto saat meresmikan Pabrik Panel Listrik Tegangan Tinggi – Gas Insulated Switchgear (GIS) PT. ABB Sakti Industri di Tangerang, Selasa (09-10-2018) mengatakan, Industri kita sudah mampu memproduksi mulai dari peralatan pembangkit listrik sampai transmisi dan distribusi listrik,” ungkapnya.

Adapun beberapa produk penunjang ketenagalistrikan yang telah berhasil dibuat oleh industri dalam negeri, sebut Airlangga, diantaranya komponen utama pembangkit seperti GIS, boiler, generator, power transformator, pompa, balance of plant (BOP), tower transmisi, konduktor, trafo distribusi, dan panel listrik.

“ Saat ini, permintaan produk GIS untuk memenuhi kebutuhan transmisi tenaga listrik di Indonesia mencapai 150 set per tahun dengan nilai TKDN hingga 35 persen,” ucap Menperin.

Dijelaskannya, Fasilitas manufaktur baru yang memproduksi GIS tegangan tinggi ini merupakan yang keempat dibangun ABB Sakti Industri di Indonesia dalam waktu tiga tahun terakhir sebagai bagian investasi sebesar USD30 juta.

” GIS merupakan sistem switchgear (pemutus arus on atau off) yang dikemas dalam tabung compact dengan menggunakan bahan bakar gas sebagai media isolasinya.

Hal ini memungkinkan penggunaan aman di ruang tertutup maupun lingkungan terbuka. Selain itu, GIS memberikan perlindungan terhadap pemadaman listrik serta menjamin kestabilan pasokan listrik.

ABB telah memelopori teknologi GIS sejak 50 tahun lalu. ABB Sakti Industri merupakan bagian integral dari ABB Group, produsen teknologi ketenagalistrikan dan otomatisasi asal Swiss.

Pabrik di Tangerang yang berada di dalam area seluas 1.000 meter persegi ini telah memiliki unit manufaktur tegangan menengah dan fasilitas produksi yang juga menghasilkan air insulated switchgear (AlS) dan peralatan tegangan tinggi seperti Live Tank Circuit Breakers dan Disconnectors.

Sebagai pemimpin pasar dan teknologi GIS tegangan tinggi, ABB menawarkan kualitas penggunaan GIS 72,5 kilo Volt (kV) hingga 1200 kV, dengan lebih dari 3.000 titik pemasangan di seluruh dunia.

Sementara, untuk buatan ABB Sakti Industri, produk GIS yang dihasilkan bisa mencapai 170 kV,” ujar Airlangga.

Dikatakannya lagi, pihaknya memberikan apresiasi kepada ABB yang telah berinvestasi di Indonesia dan menjadikan salah satu basis produksinya.

” Hal ini memacu pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, sekaligus menunjukkan kepercayaan dari pelaku industri di dalam negeri yang terus melakukan ekspansi dan menempatkan Indonesia sebagai lokasi menarik untuk berusaha seiring dengan menyakini, dengan kebijakan penggunaan produk dalam negeri dan pesatnya pembangunan infrastruktur ketenagalisrtikan, akan membawa efek berganda yang luas terutama guna mendongkrak kinerja sektor industri nasional.

“ Keberadaan listrik ibarat jantung bagi kehidupan sektor industri. Itu sebabnya, tidak berlebihan apabila investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia selalu menanyakan ketersediaan pasokan listrik,” paparnya.

Jadi, selain memiliki peluang bisnis yang besar, industri penunjang kelistrikan juga berperan penting mendorong aktivitas sosial-ekonomi masyarakat Indonesia,” ujar Menperin.

Sedangkan menurut Presiden Divisi Power Grids ABB, Claudio Facchin menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk terus berkontribusi kepada Indonesia dalam upaya penyediaan teknologi terbaik dalam memperkuat distribusi listrik yang aman, andal dan pintar.

“ Fasilitas ini akan mendukung upaya Indonesia untuk memperkuat infrastruktur transmisi listriknya, memanfaatkan keandalan jaringan dan membantu memenuhi permintaan listrik yang terus meningkatkat,” ujarnya. Teknologi ABB dinilai mencakup kemampuan ekoefisiensi dan digital.

(Tangerang, GM/Kemenperin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI