banner 468x60

Niat Pulang, Bidan Orosa Simarmata Ancam Penjaga Klinik

 Kesehatan
banner 468x60

Teks Foto: Pamplet Praktek Bidan Orosa Simarmata, Am.Keb. (GM)

 

SIANTAR (Go Medan)

Ada-ada saja perbuatan bidan yang satu ini, merasa tak senang, seorang penjaga klinik miliknya niat pulang ke kampung halaman, Bidan Orosa Simarmata, Am.Keb mengancam akan melaporkan pekerja tersebut ke polisi.

Hal itu terkuak berdasarkan keterangan seorang pekerja klinik Toko Obat Berijin Getta inisial FAS (22) mengatakan kepada Wartawan, Selasa (20/02/2018), kejadian berawal saat FAS hendak permisi niat pulang kampung kepada Bidan Orosa Simarmata saat berada di tempat praktek klinik milik bidan tersebut yang berlokasi di Jalan Karang Sari Permai, Pematangsiantar, Jumat (16/02/2018) sore berhubung kondisi FAS kurang sehat.

” Hari Jumat sore aku izin pulang, gak dikasih. Suaminya (Marga Damanik) bilang, aku gak boleh pulang, siapa nanti yang jaga klinik sama jaga anakku nanti,?” ungkap FAS menirukan ucapan Damanik, suami bidan tersebut.

Selanjutnya, Damanik bertanya, FAS gak betah disini, ya,?” tanyanya lalu FAS menjawab, iya,” ucapnya singkat.

Mendengar itu, kemudian Damanik pun beranjak pergi ke luar rumah membawa Mobil meninggalkan FAS bersama istri (Bidan Orosa Simarmata-Red) dan dua anaknya.

Kemudian, Bidan Orosa Simarmata mengatakan kepada FAS,” Jangan buat aku jahat sama mu, ialah gak ada kau bawa apa-apa dari rumah ini, pertama, nanti bisa ku masukkan cincin ku ke tas dan ku telpon polisi bisa kau di penjarakan,” ancamannya kepada FAS.

Lanjut Bidan itu berkata,” terus yang kedua, bisa ku masukan kalung ku ke tas, ku telpon polisi, di geledah tas, kan bisa kau di penjarakan,” sebutnya dengan nada keras.

FAS pun menjelaskan,” Gak usahpun kasih gaji ku kak, Tapi aku harus pulang kampung,” harap FAS, lalu Bidan tersebut menjawab dan mengatakan, gak boleh, kau cari ganti mu, baru bisa kau keluar,” kata bidan itu seolah maksa.

FAS mengatakan, bahwa dirinya sudah berupaya menghubungi teman-temannya yang bersedia bekerja di tempat ia bekerja namun tak satupun yang mau.

” Sudah diupayakan, tapi enggak ada teman ku yang mau,” ujar FAS.

Singkat cerita, pada hari Senin (19/02/2018) siang, kemudian Bidan Orasa memberikan gaji yang disepakati sebelumnya.

” Semalam siang, Bidan itu menghampiriku saat jaga di kliniknya, lalu dikasihnya gaji ku mulai bekerja dari jam 08:00 WIB sampai jam 22:00 WIB selama satu bulan sebesar Rp. 600.000,” cetus FAS.

FAS yang merasa terkekang dan kondisi kurang sehat, kemudian beranjak pergi dari tempat kerjaannya tersebut malam hari sekira pukul 21:00 WIB dengan menumpang bus menuju halaman rumahnya.

” Kakak boru Damanik yang ada di rumah, yang temani aku tiap malam tau dia aku keluar, sampe dibilang kakak itu sama ku, pura-pura gak tau aku ya FAS, ya ku bilang,” jawabnya menirukan perkataan boru Damanik.

Diperjalanan saat berada di dalam Bus, FAS kemudian mendapat sms masuk dari Bidan dimana tempatnya bekerja itu, dengan menuliskan kata-kata,” pertanggung jawabanmu, klo ga qu laporkan kau kepolisi. Foto copy KTP mu ada sama ku,,, Gak ada sopanmu. Jgn nanti qu suruh polisi datang kerumahmu pencuri,” cetus Bidan Orasa Simarmata dalam pesan terkirimnya.

Selanjutnya, FAS membalas isi pesan Bidan tersebut dan ia mengatakan,” sebelumnya saya mf kak, saya enggak takut kakak lapor ke polisi karna 1000 pun enggak ada saya ambil uang kakak.

Tulang ku di Polsek Perdagangan. Kakak laporlah biar jumpa di pengadilan kita. Aku juga buat laporan. kakak merampas kebebasanku dengan tidak memberi ijin aku untuk pulang ke kampung. Apa rupanya ikatan kakak sama aku,” balas FAS melalui sms ke nomor ponsel milik Bidan Orasa Simarmata tersebut.

Saat tiba di kampung halaman rumahnya di daerah Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara pada Selasa (20 Februari 2018) pukul 07:00 WIB, FAS kemudian dihampiri Orangtua perempuannya dan mengatakan, Bidan Orosa Simarmata ada sms melalui handphone dengan isi pesan, ” Knapa mati hp namboru??? Tolong ya bertanggung jawab, kami tidak terima dgn caranya seperti ini, uang obat dibawah lari sejumlah 4.500.000, uang qu juga hilang dari tas 13.600.000, belum lagi stock obat yang belum qu cek satu persatu.tolong ia namboru, jgn buat kami n seisi rumah kami sial,jd bawa namborulah dia kemari biar dijelaskan semua ini, tks,” jelas Bidan tersebut dalam tulis pesannya.

Namun, orangtua FAS tidak merespon dan membalas isi sms tersebut.

Atas tudingan Bidan Orosa Simarmata tersebut, FAS, siswi yang baru dua bulan lulus dari Kebidanan Kota Tarutung merasa nama baiknya tercemar dan terzolimi.

” Lagian selama kerja satu bulan di tempat Bidan, udah kayak pembantu gitu saya dibuatnya, kerja dari pagi sampai malam, pantasan enggak ada yang betah kerja di tempatnya. Pekerja bidan sebelum saya juga mengalami hal yang sama,” pungkas FAS seraya menambahkan, dirinya berencana akan melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak Kepolisian.

(P.Siantar, GM)

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan