banner 468x60

Ada Pungli di Hotel Sibayak, Kapolsek dan Kanit Reskrim Terkesan Tak Mau Tauh

 Display
banner 468x60
Teks Foto: Hotel Sibayak, Jalan Nibung Raya, No.40, Kel. Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah. (GM)

 

Go Medan

Terkait adanya pengutipan liar (Pungli) di dalam Hotel Sibayak yang berada di Jalan Nibung Raya, No.40, Kel. Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, menurut warga, tampaknya tidak ada tindakan sedikitpun dari aparat penegak hukum setempat.

” Kapolsek Medan Baru (Kompol Victor Ziliwu, SH. SIK. MH) dan Kanit Reskrim (Iptu Husen) terkesan tak mau tauh dan diduga melakukan pembiaran berlangsungnya pungli di Hotel Sibayak. Tampak sampai hari ini tidak ada penggerebekan dan penangkapan terhadap orang-orang yang terindikasi melakukan pungli di dalam hotel kelas melati tersebut padahal lokalisasi (Hotel Sibayak) dan Mapolsek tersebut hanya berjarak beberapa meter saja,” beber warga kepada Gomedan, Selasa (13/02/2018) malam.

Sebelumnya masih berlangsungnya praktik pungli di dalam Hotel Sibayak mendapat kritikan juga dari warga masyarakat sekitar.

Warga sebut, pungli di hotel “esek-esek” itu sengaja dibebaskan aparat penegak hukum diduga demi mendapatkan “upeti” setiap bulannya dari pengelolah.

” Sudah jelas ada setoran bulanan terhadap oknum petugas di Polsek Medan Baru setiap bulannya, jika tidak, mana mungkin tidak ditindak pungli di Hotel Sibayak itu, apalagi mengenai pungli inikan atensi Presiden RI,” ucap warga sebelumnya.

Dijelaskannya, tindakan yang dilakukan aparat penegak hukum didasari atas keluhan warga yang ditayangkan di media.

” Kalau udah diberitakan di media baru mereka (Polsek Medan Baru-Red) turun ke hotel kelas melati yang buka mulai jam 07:00 WIB sampai jam 02:00 WIB tersebut untuk melakukan penindakan dan itu dilakukan setiap pergantian pimpinan di mako tersebut,” ucapnya.

Selain itu, kata warga, di hotel berukuran tiga pintu dan tiga lantai tersebut terjadi jual beli kamar.

” Selain setiap pengunjung dikenakan tarif juga terjadi jual beli setiap kamarnya kepada pengelolah hotel itu,” terang warga.

Diketahui, tambah warga yang juga pengunjung tempat tersebut menuturkan, pungli di Hotel Sibayak, setiap pengunjungnya dikenakan tarif naik ke lantai 2 dan 3 sebesar Rp.3000 pada hari Senin sampai Jumat sedangkan hari Sabtu dan Minggu, perorangnya dikenakan tarif Rp.5000.

Bahkan tiap kamarnya, pekerja seks komersial (PSK) yang siap melayani para pengunjung (Pria hidung belang) harus membayar tarif sewa setiap kamarnya Rp.135.000 permalam kepada pemilik kamar.

Belum lagi pembayaran uang sprei, kipas angin dan televisi kepada pengelolah.

” Sekali bersetubuh dengan PSK, tiap pengunjung membayar Rp.200.000 hingga Rp.300.000,” pungkasnya.

Amatan di tempat tersebut sekira pukul 24:00 WIB, terlihat puluhan pengunjung pria menghampiri seorang yang diketahui penjaga hotel tersebut sebelum menaiki lantai dua dan tiga untuk melihat puluhan wanita yang berada disetiap kamarnya.

(Medan, GM)

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan