banner 468x60

Tak Sanggupi Dana Cabut Perkara, Juper Akan Lanjutkan Berkas ke JPU

 Suara Warga
banner 468x60

Teks Foto: Surat Panggilan Terhadap Pelaku N. (GM)

 

 

 

Go Medan

Akibat tidak menyanggupi jumlah dana cabut perkara yang diminta, oknum Juru Periksa (Juper), Aiptu Erna Simangunsong unit PPA Mako Polsek Percut Seituan akan melanjutkan berkas Keempat Tersangka ke tingkat Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Hal tersebut terkuak berdasarkan keterangan dari salah satu pihak Keluarga para Tersangka mengatakan, kasus yang melibatkan anak perempuannya inisial N warga Jalan Perhubungan, Desa Laut Dendang, Kec. Percut Seituan dalam Surat Laporan LP/2316/XII/2017/SPKT Percut tanggal 09 Desember 2017, Pasal 351 KUHPidana akan diteruskan ke tingkat penuntutan apabila dana cabut perkara sebesar Rp. 6 juta yang diminta juper tersebut tidak dipenuhi.

” Dalam kasus ini kami (Pihak Pelaku) dan korban sudah berdamai dengan memberi dana ganti rugi sebesar Rp. 6 juta kepada korban saat menjelaskan perdamaian itu kepada Juper Aiptu Erna Simangunsong lalu juper tersebut meminta dana cabut perkara juga sebesar Rp. 6 juta. Jadi saya bilang, kesanggupan untuk cabut perkara kami cuman ada dananya Rp. 500 ribu dikarenakan dua teman anak saya yang ditahan, gak ada duitnya, kemudian juper tersebut mengarahkan, kalau jumlah segitu jumpai aja Kanit Reskrim di ruangannya, ” ungkap pihak keluarga Tersangka N menirukan ucapan penyidik saat bertemunya di ruangan pemeriksaan Mapolsek Percut Seituan belum lama ini.

Sesuai dengan arahan, selanjutnya, pihak keluarga Tersangka N mendatangi ruangan Kanit Reskrim, Iptu Philip Antonio Purba tak jauh dari ruangan penyidik untuk berkordinasi namun upaya mereka mendapat teguran keras.

” Singkat cerita, saat bertemu dengan pak Kanit Reskrim di ruangannya, saya menjelaskan, bahwa saya disuruh Ibu juper Aiptu Erna Simangunsong nemui bapak untuk berkordinasi tentang masalah anak saya, kemudian, pak Kanitres menjawab, sana-sana, keluar..keluar, mendengar nada keras itu, sayapun ketakutan dan keluar ruangannya,” keluh Ibu Tersangka N menirukan ucapan Kanit Reskrim tersebut ketika menjelaskan kepada awak media, Minggu (04/02/2018) siang.

Pihak Keluarga N menceritakan, adapun kronologis kejadiannya berawal saat Korban Lydia Tiodora Nainggolan mengetahui Antena Televisi miliknya yang sebelumnya telah dibuang di dalam tong sampah diambil anak gadisnya N.

Dikarenakan keberatan, korban kemudian mendatangi rumah N, seketika bertemu dengan N, spontan korban marah-marah kepada pelaku tersebut karena Antena Televisi yang dibuangnya telah dipakai lagi.

Pertikaianpun terjadi antara N dan korban, mendengar adanya keributan, kemudian tiga rekan N lainnya yang belum diketahui identitasnya dan saksi korban datang untuk merelai.

Merasa tak senang, korban kemudian membuat laporan ke Polsek Percut Seituan dan petugas mengarahkan visum selanjutnya usai dilakukan pemeriksaan, penyidik PPA, Aiptu Erna Simangunsong menetapkan N dan ketiga rekannya Pasal 351 dengan status Tersangka.

Selanjutnya, penyidik yang menangani perkara tersebut melakukan pemanggilan satu persatu terhadap Tersangka hingga berujung penahanan terhadap N dan dua temannya sementara seorang lagi teman wanitanya yang juga belum diketahui identitasnya masih diburon petugas.

Ketika dimintai tanggapan perihal tentang pematokan jumlah dana cabut perkara tersebut, awak media kemudian menghubungi Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu Philip Antonio Purba, Minggu (04/02/2018) pukul 12:47 WIB, tidak mengangkat handphone miliknya meskipun berulang kali dihubungin dalam keadaan aktif.

Selanjutnya selang berapa menit kemudian, awak media kemudian menghubungin Kapolsek Percut Seituan, Kompol Pardamean Hutahaean, SH. SIK. MH mengkonfirmasikan pertanyaan yang sama, saat tersambung, beliau hanya mengatakan, jika berkasnya sudah dikirim kordinasi aja sama Jaksa, jika belum akan kita bantu, nanti saya cek dulu,” katanya.

(Medan, GM)

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan