banner 468x60

Aktifis’98: Diminta Polda Berantas Habis Judi Togel di Sumut

 Headline
banner 468x60
Teks Foto: Jurtul Judi Togel. (GM)

 

Go Medan

Maraknya penggemar pembelian (Pemasangan) angka tebakan judi toto gelap (Togel) pada siang dan malam hari di Kabupaten dan Kota Provinsi Sumatera Utara, membuat para Bandar Sendiri (BS) berupaya keras merekrut anggota masyarakat dalam menjalankan bisnis ilegal tersebut dengan memberikan persenan kepada juru tulis (Jurtul) dari jumlah omset penjualan kupon berhadiah tersebut.

Menurut keterangan, beberapa pembeli/pemasang angka togel menjelaskan hal yang sama, untuk mengetahui nomor tebakan 4 angka yang keluar, pembeli atau pemasang dapat melihatnya melalui jaringan internet dengan mengetik kata “HONGKONG TOTOBET” atau “SINGAPORE PRIZE” baik melalui Komputer, Laptop maupun Handphone, barulah dapat melihat nomor tebakan yang dikeluarkan sang bandar. Bahkan disitu juga tertera nomor-nomor yang dikeluarkan bandar sebelumnya.

Pemasangan angka tebakan judi togel asal Hongkong yang diputar setiap harinya, sang bandar membuka empat angka nomor tebakan yang akan dikeluarkan oleh sang bandar selambat-selambatnya telah diketahui pagi hari sementara angka tebakan judi togel asal Singapore yang diputar mulai hari Senin, Rabu, Kamis, Sabtu, Minggu, sang bandar membuka empat angka tebakan telah diketahui sore hari.

Jika pemain atau pemasang dapat menebak dua angka tebakan dari empat nomor angka yang dikeluarkan sang bandar baik dari jenis judi togel asal Hongkong maupun Singapore, pemasang ataupun pemain akan mendapatkan hadiah. Biasanya untuk tebakan dua angka diberi hadiah x70 sedangkan untuk tebakan tiga angka diberi hadiah x400 kemudian jika tebakan empat angka diberi hadiah x3000. Pemberian hadiah tersebut langsung diserahkan Jurtul kepada pemain yang kenak tebakan angka keluar.

” Adapun sejumlah lapak judi togel yang ada di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) antara lain: Medan, Deliserdang, Binjai, Tanah Karo, Kisaran, Tanjungbalai, Pakpakbharat, Simalungun, Labusel, Labuhanbatu, Tapteng, Tebingtinggi, Madina dan daerah lainnya,” beber sejumlah warga pada awak media belum lama ini.

Terkait maraknya penjualan maupun pemasangan judi togel tersebut, Direktur Sumut Institute, Osriel Limbong, MSi berharap agar petugas Kepolisian daerah (Polda) Sumut jajaran secepatnya melakukan penangkapan terhadap sang bandar.

” Kita berharap agar Aparat Penegak Hukum khususnya Polda Sumut jajaran berantas habis dan stop penjualan bisnis ilegal judi togel di Sumut dikarenakan telah meresahkan masyarakat serta minimnya penangkapan terhadap judi kupon undian tersebut. Hal itu diketahui jarangnya dipublikasikan belakangan ini tangkapan pelaku judi togel, baik di media cetak, televisi dan online,” ujar Aktifis’98 ini kepada Wartawan di Medan, Sabtu (27/01/2018).

(Sumut, GM)

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan