oleh

Kader PDI P: Jika HT. Erry Nuradi Datang ke PDI Perjuangan, Pintu Masih Terbuka

-HOT NEWS-16 views
Ket. Gambar: Wakil Bendahara Fraksi PDI Perjuangan Sumut, Sutrisno Pangaribuan, ST. (GM)

 

Go Medan

banner 728x90

Peta politik berubah dengan cepat menjelang Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (PILGUBSU). Sampai sejauh ini, PDI Perjuangan masih satu- satunya partai politik yang mengusung sendiri kadernya sebagai calon. PDI Perjuangan juga menegaskan sejalan dengan cita- cita reformasi 1998.

Demikian diungkapkan Sutrisno Pangaribuan, ST selaku Kader Fraksi PDI Perjuangan Sumut kepada Wartawan, Jumat (05/01/2018).

Dijelaskannya, pilihan PDI Perjuangan mengajukan calon gubernur dari kader sendiri menujukkan kematangan sebagai partai kader.

” Tidak tergiur dengan iming- iming kemenangan mutlak dari pasangan yang sama sekali tidak memiliki pengalaman di bidang pemerintahan sipil,” sebut Anggota Komisi C DPRD Provinsi Sumatera Utara.

Sutrisno yang menjabat sebagai Wakil Bendahara Fraksi PDI Perjuangan Sumut lanjut menjelaskan, PDI Perjuangan setidaknya menunjukkan dirinya sebagai partai kader, dan bukan penghianat karena tergiur oleh rayuan pasangan yang hendak memborong semua partai politik.

” Sejak Djarot Saiful Hidayat datang ke Sumatera Utara, kemudian ditugaskan sebagai Calon Gubernur, muncul reaksi “kader import”. Sementara itu upaya memborong semua partai politik dari pasangan “import dari lembaga non partai, dianggap biasa.

Malam ini secara ironis, calon petahana ditinggal begitu saja. Bahkan partainya sendiri menyembelih petahana dengan memberi rekomendasi kepada pasangan “import” di depan mata kepala sendiri. Sungguh tindakan brutalitas politik dipertontonkan oleh partai yang sama sekali tidak percaya diri mengusung kadernya sendiri.

PDI Perjuangan sebagai partai yang menghargai kontribusi setiap anak bangsa. HT. Erry Nuradi, sebagai Gubernur Sumatera Utara yang memiliki pengalaman sebagai Wakil Gubernur, Bupati Serdang Bedagai dapat dipertimbangkan sebagai calon wakil gubernur mendampingi Djarot Saiful Hidayat.

Pasangan ini akan menjadi pasangan kuat dengan pengalaman komplit, sama-sama pernah menjabat Walikota dan Bupati dua periode, pernah Wakil Gubernur, kemudian menjadi Gubernur. Pengalaman pahit HT. Erry Nuradi, ditinggal oleh partai- partai pendukungnya, akan menjadi energi positif jika kemudian Djarot Saiful Hidayat dipasangkan dengan HT. Erry Nuradi.

Jika HT. Erry Nuradi datang dengan baik ke PDI Perjuangan, saya meyakini, pintu masih terbuka untuk menjadikan beliau pendamping sebagai calon Wakil Gubernur untuk mendampingi Djarot Saiful Hidayat,” bebernya.

Sutrisno menuturkan, pengalaman pahit ditinggal partai politik harus menjadi pengalaman berharga bagi HT. Erry Nuradi.

” Introspeksi diri, merendahkan hati, dan memperbaiki pola komunikasi akan membantu pemulihan diri, HT. Erry Nuradi belum habis. Kondisi ini harus dijadikan titik balik untuk memberi pelajaran kepada partai politik yang meninggalkannya,” pungkas mantan Alumni Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

(Sumut, GM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI