banner 468x60

Kapolda Sumut Tindaklanjuti Laporan Rayana Simanjuntak

 PENGADILAN
banner 468x60
Teks Foto: Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Paulus Waterpaum. (GM)

 

Go Medan

Menanggapi adanya keluhan pihak keluarga, Rayana Boru Simanjuntak, Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw akan menindaklanjuti laporan korban tersebut.

” Saya sudah menghubungi Polsek Medan Baru dan telah menelepon Hakim Janverson Sinaga dan Panitera, Leonardo Sinaga dan saya akan menghubungi (pihak korban) kembali hari Kamis (23/11/2017) ini,” kata Kapoldasu melalui Anggota Inspektur pengawasan daerah (Irwasda) Polda Sumut, AKP Pantas Sinaga kepada keluarga korban, Selasa (21/11/2017) pukul 16:15 WIB.

Sebelumnya, Henny Simanjuntak adeknya terdakwa Rayana Simanjuntak mantan Ketua II Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM) bermohon agar Kapoldasu memeriksa ulang penyidikan LP/395/III/2017/SPKT II    atas nama Pelapor Jiwa Surbakti selaku Bendahara KPUM hingga menetapkan kakak kandungnya sebagai terdakwa.

” Menurut dugaan saya kasus ini seolah dipaksakan penyidik di Poldasu agar kakak saya ditetapkan sebagai terdakwa sementara dalam Persidangan yang dipimpin Majelis Hakim Ketua, Janverson Sinaga, SH. MH usai mendengar keterangan saksi-saksi pelapor, Hakim menduga ada persengkokolan antara penyidik dengan pelapor serta para pengurus KPUM.

Selaku keluarga kami memohon bantuan kepada Bapak Kapoldasu untuk meninjau kembali dan mohon keadilan,” harap adik terdakwa kepada Kapoldasu melalui handphone selular, Senin (20/11/2017) sekira pukul 07:30 WIB.

Tak hanya itu saja, Henny juga mengeluhkan agar surat laporan kasus penyiraman air keras yang dialami kakak kandungnya, Rayana Simanjuntak yang tertuang dalam Surat Laporan Polisi No. Pol : LP/1839/XII/2016/POLRESTA MEDAN/SEK MDN BARU TANGGAL 10 DESEMBER 2016 di Polsek Medan Baru, ia menyebut, sudah hampir satu tahun lamanya belum ada progres pada hal sudah ada saksi baru.

Diketahui kejadian berawal saat korban Rayana Simanjuntak sedang menemani anaknya tujuan ke Pasar Petisah menggunakan Mobil Toyota Harrier pada tanggal 10 Desember 2016, siang.

Saat melintas dari Jalan Gaja Madah, Kec. Medan Petisah tepat di simpang KFC, korban tiba-tiba dipepet oleh dua pria berboncengan mengendarai Sepeda motor Honda Beat.

Namun korban tidak memperdulikan hal itu dan tetap melajukan kendaraannya.

Setibanya di persimpangan bundaran SIB, Jln. Gatot Subroto, Kec. Medan Petisah tepat di seputaran Bank Bukopin, pukul 13:15 WIB, tiba-tiba kaca spion sebelah kanan mobil korban hendak terjatuh disebabkan karena ulah kawanan pelaku.

Melihat itu lalu korban membuka kaca pintu mobil yang dikendarainya rencana hendak memperbaiki namun kedua pelaku kembali mendekati korban sembari menyiramkan air keras ke arah bagian wajah korban.

Hingga membuat korban mengalami luka dibagian wajah dan tubuhnya serta kerusakan dibagian pintu mobil korban akibat penyiraman air keras tersebut sementara kawanan pelaku melarikan diri dari tempat kejadian.

Selanjutnya korban dilarikan ke rumah sakit guna mendapat pertolongan dan melaporkan kejadian itu ke Mako Polsek Medan Baru.

Selanjutnya terkait kasus pengadaan 179 unit Mobil APV dengan status terdakwa Rayana Simanjuntak.

Henny menuturkan, dalam fakta hukum di ruang Kartika, Pengadilan Medan, Hakim Ketua, Janverson Sinaga, SH. MH memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nelson Viktor, SH untuk membuat saksi pelapor, Jiwa Surbakti dalam jabatan sebagai Bendahara KPUM sebagai terdakwa dikarenakan berulang kali ditanya alasan lupa dan tidak menjawab pertanyaan Majelis Hakim.

Hal itu juga dialami oleh saksi, Soekamto selaku Sales Mobil APV yang turut serta berstatus terdakwa karna tidak mengakui dirinya menerima uang fee usai terdakwa menunjukan kwitansi yang dibubuhi tanda tangan yang bersangkutan.

Sementara dari sejumlah saksi lainnya, tambah Henny, Majelis Hakim masih meragukan keterangan mereka dan melontarkan kepada saksi JPU, kalian berhentikan dia (Terdakwa), kalian laporkan dia, kemudian kalian penjarakan lagi dia,”Mafia Kalian Semua” sebut adik terdakwa menirukan ucapan hakim dalam fakta persidangan.

Lokasi berbeda, Eva Boru Simanjuntak sebagai kakak kandung terdakwa berharap agar kasus yang menimpa adiknya tersebut diusut tuntas oleh pihak penegak hukum.

” Kami selaku orang yang merasa terzolimi minta kepada kaum penegak hukum baik di tingkat penyidikan dan penuntutan agar tidak mengorbankan orang yang tak bersalah menjadi salah apalagi melakukan pembiaran dalam penanganan kasus,” harapnya, Rabu (22/11/2017) malam seraya menyebut, penegakan hukum hanya ada ditangan orang yang mengutamakan kebenaran dan bukan kepentingan semata.

(Medan, GM)

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan